Kamis, 08 Maret 2012

ANALISIS KURIKULUM


ANALISIS KURIKULUM
BALAI BESAR PELATIHAN PETERNAKAN  BATU


Disusun untuk memenuhi salah satu tugas Mata Kuliah Perencanaan dan Pengembangan Kurikulum.








A.    LATAR BELAKANG
Dalam upaya peningkatan pemahaman mata kuliah Perencanaan dan Pengembangan kurikulum maka mahasiswa melakukan observasi di sebuah lembaga pendidikan dan pelatihan.  Sesuai dengan latar belakang pendidikan dan instansi asal pengamat, maka dipilih Balai Besar Pelatihan Peternakan Batu.

B.     TUJUAN DAN MANFAAT
Tujuan observasi adalah untuk mengetahui proses perencanaan, implementasi dan pengembangan kurikulum pada lembaga tersebut.  Dengan mengetahui proses di sebuah lembaga pendidikan dan pelatihan, maka diharapkan pengamat akan mampu menganalisa kurikulum dan mampu mengembangkan kurikulum yang sesuai untuk sebuah lembaga pendidikan.

C.     TENTANG BALAI BESAR PELATIHAN PETERNAKAN BATU
Balai Besar Pelatihan Peternakan Batu sebagai salah satu Unit Pelaksana Teknis Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Pertanian mempunyai peran strategis melalui program pelatihan dan pembinaan terhadap aparatur maupun non aparatur sehingga menghasilkan SDM bidang peternakan yang profesional. Program Pelatihan Balai Besar Pelatihan Peternakan - Batu yang sudah terakreditasi oleh Lembaga Administrasi Negara (LAN) adalah Teknis Budidaya Ternak Perah dan Teknologi Hasil Ternak. Selain kedua program tersebut, Balai juga melaksanakan pelatihan teknis, fungsional, kewirausahaan dan pemberdayaan masyarakat baik untuk masyarakat maupun non aparatur yang pembiayaannya bersumber dari APBN dan swadana.
Berdiri tahun 1977, awalnya bernama Regional Dairy Training Centre (RDTC) yang dibentuk atas kerjasama pemerintah Indonesia dan pemerintah Belanda yang bergerak dalam bidang pelatihan bidang peternakan dengan tenaga ahli dari Belanda.  Tahun 1982 RDTC melembaga menjadi Balai Latihan Pegawai Pertanian (BLPP). Pada era Kabinet Persatuan Nasional, BLPP berganti nama menjadi Balai Diklat Pertanian (BDP) hingga tahun 2002, sesuai dengan surat Keputusan Menteri Pertanian No. 334/Kpts/OT.210/5/02, Balai Diklat Pertanian (BDP) berganti nama menjadi Balai Diklat Agribisnis Persusuan dan Teknologi Hasil Ternak (BDAPTHT) sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang secara organisatoris berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Kepala Badan Pengembangan SDM Pertanian Departemen Pertanian. Tahun 2003 sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Pertanian No. 489/Kpts/OT.160/10/2003, BDAPTHT meningkat statusnya menjadi Balai Besar Diklat Agribisnis Persusuan dan Teknologi Hasil Ternak (BBDAPTHT). Terakhir berdasarkan surat persetujuan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor : B/282/M.PAN/2/2007 tertanggal 7 Februari 2007 dan Peraturan Menteri Pertanian No. 19/Permentan/0T.140/2/2007 tanggal 19 Februari 2007 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Besar Pelatihan Peternakan Batu maka BBDAPTHT diretupoksi menjadi Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu.
Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu berada di daerah wisata Air Panas Songgoriti, tepatnya di jalan Songgoriti 24 Batu Jawa Timur.  Terletak pada hamparan kaki bukit Gunung Banyak dengan ketinggian 900 meter diatas permukaan laut dengan suhu udara antara 18ºC – 24ºC dan kelembaban nisbi antara 60 – 70 %.  Lokasi BBPP Batu dikelilingi oleh Gunung Panderman, Arjuno, Welirang, Anjasmoro dan Kawi sehingga memiliki udara yang sejuk dan tanah yang subur serta cocok untuk usaha pertanian dan peternakan khususnya sapi perah. Sebagai pusat pelatihan lokasinya sangat strategis, berada di daerah pusat peternakan sapi perah Jawa Timur seperti kota Batu, kabupaten Malang, Pasuruan, Lumajang, Blitar, Kediri dan Tulungangung. Berdekatan dengan perguruan tinggi seperti Universitas Brawijaya, Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STTP) Singosari, Universitas Muhammadiah Malang, Universitas Negeri Malang dan Universitas Islam Malang  serta pusat penelitian seperti Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Karangploso, Balai Besar Inseminasi Buatan Singosari, Loka Penelitian Sapi Potong Grati Pasuruan, Balai Penelitian Tanaman  Tembakau dan Serat Karangploso, Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah  Sub Tropis Tlekung Batu.  Selain itu juga berdekatan dengan industri pengolahan susu seperti PT. Nestle, PT Indomilk, KUD Batu dan KOP SAE Pujon.  Dengan letak yang strategis ini, BBPP Batu sangat representative untuk dijadikan sebagai tempat pelatihan pengembangan SDM pertanian khususnya di bidang peternakan. Akses menuju BBPP Batu tidaklah sulit, dari kota Malang yang berjarak  lebih kurang 20 km bisa ditempuh dengan kendaraan pribadi atau kendaraan  umum berupa bis atau mikrolet dari terminal Landungsari dan dari kota Surabaya bisa ditempuh dengan taksi, kendaraan travel atau bus dan kereta api ke Malang yang dilanjutkan ke kota Batu.
Wilayah Kerja
Dalam rangka optimalisasi penyelenggaraan pelatihan agar berjalan efektif dan efisien, Surat Keputusan Kepala Badan Pengembangan SDM Pertanian melalui Nomor: 145/Kpts/OT.130/K/12/07, tertanggal 12 Desember 2007 menetapkan pembagian wilayah kerja UPT Pelatihan lingkup BPSDMP.
Berdasarkan surat keputusan tersebut, wilayah kerja Balai Besar Pelatihan Peternakan - Batu mencakup :
a. Nasional untuk melaksanakan kegiatan pelatihan yang berciri khas Persusuan dan Teknologi Hasil Ternak,
b. Dua puluh dua Provinsi (22), yaitu : Nanggro Aceh Darussalam, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jambi, Bengkulu, Riau, Kepulauan Riau, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Papua dan Papua Barat, untuk kegiatan pelatihan teknis, fungsional dan kewirausahaan lainnya.
Visi dan Misi
Mengawali Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Tahun 2010-2014, BBPP Batu perlu meletakkan landasan yang kokoh dan rasional dalam pelaksanaan kegiatan lima tahun ke depan berdasarkan pada Visi yang akan dicapai, yaitu “Menjadi lembaga pelatihan yang inovatif, terpercaya dan mandiri untuk menghasilkan SDM bidang peternakan yang profesional”.
Misi Balai Besar Pelatihan Peternakan - Batu  :
·         Meningkatkan kualitas program berbasis kinerja
·         Meningkatkan pendayagunaan  sarana dan  prasarana pelatihan  serta produktivitas instalasi agribisnis
·         Melaksanakan pengembangan pelatihan teknis, fungsional  dan kewirausahaan  bagi aparatur dan non aparatur peternakan sesuai dengan  standar kompetensi kerja (SKK).
·         Meningkatkan kompetensi tenaga kepelatihan dalam memberikan pelayanan  konsultasi agribisnis yang prima.
·         Meningkatkan  kerjasama pelatihan dalam negeri  dan melaksanakan pelatihan  kerjasama luar negeri.
·         Melaksanakan sistem informasi , pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelatihan dan melakukan pengendalian internal yang akurat dan kredibel.
·         Meningkatkan kualitas pengelolaan administrasi penatausahaan, keuangan dan rumah tangga  balai yang transparan dan akuntabel.
 Tugas Pokok dan Fungsi
Tugas Pokok dan Fungsi Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu didasarkan pada Peraturan Menteri Pertanian Nomor : 19/Permentan/OT.140/02/2007 tanggal 19 Februari 2007, tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang secara organisatoris berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Kepala Badan Pengembangan SDM Pertanian, Departemen Pertanian. Secara Teknis dibina oleh Pusat Pengembangan Pelatihan Pertanian (Pusbanglatan).
1.    Tugas Pokok
Melaksanakan dan mengembangkan teknik pelatihan teknis, fungsional dan kewirausahaan di bidang peternakan bagi aparatur dan non aparatur pertanian.
2.    Fungsi
·      Penyusunan rencana, program, dan pelaksanaan kerjasama;
·      Pelaksanaan pemantauan, evaluasi dan pelaporan;
·      Pelaksanaan pelatihan teknis di bidang peternakan bagi aparatur dan non aparatur pertanian;
·      Pelaksanaan pelatihan fungsional di bidang peternakan bagi aparatur pertanian;
·      Pelaksanaan pelatihan kewirausahaan di bidang peternakan bagi non aparatur pertanian;
·      Pelaksanaan pengembangan teknik pelatihan di bidang persusuan dan teknologi hasil ternak;
·      Pelaksanaan pengembangan teknik pelatihan peternakan bagi aparatur dan non aparatur pertanian;
·      Penyusunan bahan Standar Kompetensi Kerja (SKK) pelatihan teknis, fungsional dan kewirausahaan di bidang peternakan;
·      Pelaksanaan penyusunan paket pembelajaran dan media pelatihan teknis, fungsional dan kewirausahaan di bidang peternakan;
·      Pelaksanaan pemberian konsultasi agribisnis;
·      Pemberian pelayanan pelaksanaan dan pengembangan teknik pelatihan teknis, fungsional dan kewirausahaan di bidang peternakan bagi aparatur dan non aparatur pertanian;
Pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Balai Besar Pelatihan Peternakan.
  1. PELAKSANAAN KURIKULUM PELATIHAN DI BALAI BESAR PELATIHAN PETERNAKAN
1.   Materi
Berdasarkan penetapan kurikulumnya, pelatihan yang diselenggarakan oleh BBPP dibedakan menjadi tiga jenis pelatihan. Yang  pertama pelatihan yang kurikulum dan pelaksanaannya dalam wewenang BBPP, yang kedua pelatihan yang bersifat kerjasama dimana BBPP merupakan pelaksana program dan yang ketiga pelatihan kerjasama dengan instansi lain.
Untuk jenis pelatihan yang pertama BBPP menetapkan materi pelatihan  dengan cara:
·      Analisis kebutuhan pelatihan, yang didahului dengan Identifikasi Kebutuhan Pelatihan (IKP) yaitu penelusuran Deskrepansi Kompetensi Kerja (DKK) yang merupakan kesenjangan antara SKK dengan AKK. Dimana AKP diperlukan untuk meningkatkan mutu penyelenggaraan pelatihan yang efisien dan efektif. AKP ini dilakukan untuk seluruh jenis pelatihan teknis menurut masing-masing jenjang.
·      Materi Pelatihan didasarkan pada Deskrepansi Kompetensi Kerja (DKK) dari Standar Kompetensi Kerja (SKK) peserta pelatihan.
Muatan Materi
·      Dikelompokkan dalam 1. Kelompok Dasar (≤ 10 %), 2. Inti (≥ 80 %) dan 3. Penunjang (≤ 10 %)
·      Kedalaman materi memperhatikan Tujuan Pembelajaran Umum (TPU), Tujuan Pembelajaran Khusus (TPK), Rencana Penyajian Pelatihan (RPP), Modul/Paket Pembelajaran yang terdiri dari PK1 (Belajar Sendiri), PK2 (Diskusi), PK3 (Praktek), dan PK4 (Praktikum).

2. Metoda Pelatihan
Untuk mencapai kompetensi yang diharapkan maka menggunakan metode pelatihan yang tepat yaitu : 
·      Metoda Pelatihan berbasis kompetensi kerja (Competency Base Training )
·      Metoda pelatihan dengan pendekatan andragogi, individual dan partisipatif.
·      Pendekatan andragogi melalui Experiental Learning Cycle (ELC) atau AKOSA (Alami, Kemukakan, Olah, Simpulkan)
·      Metoda yang dikembangkan antara lain : Ceramah, Diskusi pleno, Diskusi kelompok, Latihan/praktek, Studi kasus, Observasi Lapangan, Simulasi,  Bermain peran, dll.
Penggunaan alat bantu/peraga disesuaikan dengan kebutuhan dan ketepatan dalam proses belajar mengajar sehingga TPU dan TPK materi pelatihan tersebut tercapai.
Untuk pelatihan yang ditetapkan oleh kementrian pertanian, BBPP hanya merupakan pelaksana sedangkan untuk pelatihan yang bekerjasama dengan instansi lain, materi ditetapkan berdasarkan kebutuhan instansinya.
Kurikulum yang berlaku di BBPP adalah kurikulum berbasis kompetensi. Kurikulum berbasis kompetensi diartikan sebagai suatu konsep kurikulum yang menekankan pada pengembangan kemampuan melakukan tugas tugas dengan standar performansi tertentu, sehingga hasilnya dapat dirasakan pebelajar, melalui seperangkat kompetensi tertentu.  Kurikulum ini secara meluas digunakan pada tahun 1970 terutama pada lembaga lembaga pendidikan kejuruan (Effendi, 2009).
Melihat kondisi yang di BBPP maka, kurikulum di BBPP selalu berubah sesuai kebutuhan tetapi perubahan tersebut tidak sampai pada perubahan struktur atau perubahan orientasi nilai. Perubahan bersifat subtitusi, alterasi dan perturbation bisa terjadi dibalai pelatihan. Menurut Mc Neil ( 1977), perubahan kurikulum dikategorikan menjadi lima, yang paling mudah adalah subtitusi dan perubahan yang paling mendasar adalah perubahan orientasi nilai.
2.    Sarana
Untuk mendukung proses pembelajaran di BBPP , sarana yang ada adalah:
1. Instalasi Farm
Nama Instalasi Jumlah 
·      Farm Sapi Perah 77 ekor.
·      Farm Sapi Potong 16 ekor
·      Farm Kambing Perah 42 ekor
·      Farm Kambing Potong 33 ekor
·      Farm Domba Potong 20 ekor
·      Farm Ayam Arab 343 ekor
·      Farm Itik 153 ekor
·      Farm Kelinci 61 ekor
2. Instalasi Prosesing Susu, atau Mini Plant sebagai tempat pelatihan dalam memproduksi berbagai macam produk hasil ternak perah baik susu sapi maupun susu kambing dengan produk olahan yang dihasilkan seperti susu pasteurisasi, yogurt, mentega, keju dan ice cream.
3. Instalasi Laboratorium Pengujian Kualitas Susu, berfungsi untuk menganalisis hasil ternak terutama susu mulai dari bahan baku (raw material) sampai produk olahannya sesuai dengan Standar Nasional Indonesia dan program pengembangan laboratorium hasil susu.
4. Instalasi Pengolahan Hasil Ternak, sebagai pengelolaan produksi makanan hasil ternak seperti abon, dendeng, stik susu, krupuk susu, krupuk ceker ayam dan produk lainnya. Laboratorium ini diharapkan sebagai penunjang dalam meningkatkan kinerja bagi widyaiswara dan peserta pelatihan yang melaksanakan pelatihan.
5. Instalasi Nutrisi dan Kebun Praktek, sebagai sarana dalam memenuhi pakan ternak baik ternak perah, potong, unggas dan aneka ternak, digunakan untuk praktek bagi peserta pelatihan dan sarana profesionalisme widyaiswara.
6. Instalasi Kesehatan Hewan dan Reproduksi, berfungsi untuk menguji penyakit-penyakit ternak dan memeriksa kesehatan hewan yang ada di instalasi farm serta sebagai sarana profesionalisme widyaiswara.
7. Perpustakaan, meliputi 2.900 judul buku yang terdiri dari agribisnis pertanian, peternakan dan perikanan, pengetahuan umum, manajemen, akuntansi, teknologi pertanian dan karangan lain dari dalam negeri maupun luar negeri.
Prasarana
BBPP Batu mempunyai prasarana yang mampu menunjang kelembagaan pelatihan, yaitu :
Prasarana,
1. Ruang Kelas, yang dilengkapi dengan fasilitas audio visual, LCD Proyector Multimedia, TV, Whiteboard dan AC yang dapat didesain untuk acara seminar, rapat, sarasehan, pertemuan, entertainment, dll, yang terdiri dari 3 ruang kelas yaitu Jersey, Prosessing dan Simental dengan kapasitas 30 – 40 orang per kelas serta Aula Brizantha dengan kapasitas 400 orang.
2. Ruang Perkantoran, meliputi ruang Kepala Balai, Ruang Tamu/Lobby, Ruang Kepala Bagian Umum, Ruang Bidang Program dan Evaluasi, Ruang Penyelenggaraan Pelatihan, Ruang Umum terdiri dari Ruang Sub Bagian Kepegawaian dan Rumah Tangga, Ruang Sub Bagian Perlengkapan dan Instalasi, serta Ruang Widyaiswara.
3. Asrama
Nama Asrama/Guest House Kapasitas
1.    Gallus-gallus dan Limousin   Kamar : 20 Orang : 2 Jumlah : 20 orang
2.    Grati, Brahman dan Ettawa Kamar : 25 Orang : 3 Jumlah : 75 orang
3.    Bali Cattle Kamar : 20 Orang : 1 Jumlah : 20 orang
4.    Sorghum Kamar : 6 Orang : 1 - 2 Jumlah : 10 orang
5.    Glyricydae dan Rumah Dinas Type 70 Kamar : 6 Orang : 2 Jumlah : 12 orang
6.    King Grass Kamar : 3 Orang : 1 Jumlah : 3 orang
4. Sarana Penunjang, terdiri dari Lapangan Tenis, Lapangan Volly, Lapangan Bulu Tangkis, tenis meja, bilyard, ruang entertainment, Masjid At - Tarbiyah, dukungan transportasi (mini bus dan mobil station), Sarana Rumah Dinas, Kebun Percobaan/Koleksi, lahan rumput (atas dan bawah), tempat parkir mobil dan motor dan layanan internet 24 jam.
5. Display dan Outlet Agribisnis, sebagai sarana tempat pemasaran/display produk-produk hasil ternak seperti susu, daging, telur dan hasil ikutannya dan juga sekaligus sebagai tempat promosi dapat disosialisasikan kepada masyarakat umum.
Berdasarkan sarana dan prasarana yang tersedia di BBPP maka pelatihan dilakukan dengan jumlah peserta per rombongan belajar dibatasi maksimal 30 orang. Penyelenggaraan pelatihan yang berbeda bisa dilakukan bersamaan hingga rata rata 5 rombongan belajar per periode. Tujuannya adalah untuk memaksimalkan penggunaan sarana dan pra sarana tanpa mengurangi ketercapaian kompetensi yang dilatihkan.
Sumber belajar  disediakan bagi peserta pelatihan berupa modul yang disusun oleh widya iswara.  Persyaratan untuk widyaiswara adalah dengan ujian dari LAN dan telah mengikuti TOT. Widyaiswara minimal telah berpendidikan magister sesuai bidang yang diajarkan. Menurut marsh dalam Hamalik (2008), dari tiga faktor yang berpengaruh terhadap implementasi kurikulum, pengajar merupakan faktor penentu utama. Pengajar harus memiliki kualifikasi kompetensi khusus untuk menunjang pencapaian kompetensi lulusan.
Sebagai contoh, untuk pelatihan pengolahan hasil ternak bagi penyuluh peternakan, materi dalam diktat mencakup materi pengetahuan, prosedur pengolahan, pengemasan, pemasaran, GMP produk olahan hasil ternak hingga analisa usaha.
Menurut pengamat, isi materi dalam diktat sudah sangat memadai tetapi belum lengkap dengan panduan untuk peserta. Jadi akan lebih baik kalau bahan ajarnya dilengkapi dengan panduan.
3.    Peserta Pelatihan
Karena peserta pelatihan semuanya orang dewasa maka pembelajarannya andragogi.  Tetapi dalam pelaksanaan pembelajarannya latar belakang pendidikan dan ketrampilan peserta menentukan komposisi pelatihan. Makin rendah pendidikan dan ketrampilan peserta, makin banyak waktu yang diberikan bagi peserta untuk praktek.
Peserta
Teori
Praktek
Petani/peternak
20%
80%
Penyuluh fasilitator
40%
60%
Penyuluh supervisor
50%
50%
Penyuluh advisor/ahli
80%
20%

Pelatihan Aparatur
PELATIHAN BAGI APARATUR TAHUN 2011
I.     Pelatihan Fungsional Bagi Penyuluh Pertanian
1.    Pelatihan Dasar Trampil Fungsional RIHP Bagi Penyuluh Pertanian (1 Angk, 30 orang, 15 hari)
2.    Pelatihan Dasar Trampil Fungsional bagi Wastukan (1 Angk, 30 orang, 15 hari)
3.    Pelatihan Dasar Trampil Bagi Penyuluuh Pertanian (4 Angk, 120 orang, 60 hari)
4.    Pelatihan Dasar ahli bagi Penyuluuh Pertanian (31 Angk, 90 orang, 57 hari)
5.    Pelatihan Alih Jenjang Kelompok bagi Penyuluh Pertanian (3 Angk, 90 orang, 45 hari)
II. Pelatihan Teknis Bagi Aparatur Pertanian
1.    Pelatihan Budidaya Sapi Potong Bagi Penyuluh Pertanian ( 3 angk, 90 orang, 42 hari)
2.    Pelatihan Budidaya Sapi Potong bagi Petugas Teknis (2 Angk, 60 orang, 28 hari)
3.    Pelatihan Sapi Perah Bagi Penyuluh Pertanian (1 angk, 30 orang, 14 hari)
4.    Pelatihan Budidaya Sapi Perah Bagi Petugas Teknis (1 Angk, 30 orang, 14 hari)
5.    Pelatihan Inseminasi Buatan Bagi Calon Inseminator (3 Angk, 60 orang, 63 hari)
6.    Pelatihan Pengolahan Hasil Ternak bagi Penyuluh Pertanian (1 Angk, 30 orang, 14 hari)
7.    Pelatihan Pengolahan Limbah Bagi Penyuluh Pertanian (1 angk, 30 orang, 14 hari)
8.    Pelatihan Teknis Agribisnis Peternakan Bagi Petugas/Penyuluh Pertanian (3 Angk, 90 orang, 42 hari)
9.    Pelatihan Mendukung Diversifikasi Pangan Non Daging Sapi (1 Angk, 30 orang, 7 hari)
10.    Pelatihan Mendukung Nilai Tambah (P2HP) ( 2 angk, 60 orang, 14 hari)
11.    Diklat Sertifikasi Profesi Penyuluuh Pertanian (1 Angk, 30 orang, 7 hari)
12.    Diklat Pembekalan Calon Sertifikasi Profesi Penyuluh Pertanian (3 Angk, 89 orang, 9 hari)
III. Pelatihan Fungsional Bagi Fungsional RIHP Non Penyuluh
1.  Pelatihan Dasar Terampil Pengawas Mutu Pakan
Pelatihan Aparatur Balai Besar Pelatihan Peternakan - Batu Tahun Anggaran 2010 
1.        Pelatihan Pakan Ternak dan Hijauan bagi Penyuluh/Petugas..............Tanggal 16 s.d. 22 Mei 2010 (Terealisasi)
2.        Pelatihan Inseminasi Buatan bagi Calon Inseminator..........................Tanggal 2 s.d. 22 Juni 2010 (Terealisasi)
3.        Pelatihan Sapi Potong Bagi Penyuluh Peternakan...............................Tanggal 14 s.d. 24 Maret 2010 (Terealisasi)
4.        Pelatihan Pengolahan Hasil Ternak (Daging, Telur dan Susu) Bagi Penyuluh.....Tanggal 14  s.d. 28 Maret 2010 (Terealisasi)
Pelatihan Non Aparatur
PELATIHAN BAGI NON APARATUR TAHUN 2011
I. Pelatihan Administrasi dan Manajemen
1.      Pelatihan Metodologi Permagangan bagi Pengelola P4S ( 1 Angk, 30 orang, 7 hari)
2.      Pelatihan Agriculture Training Camp (2 Angk, 60 orang, 10 hari)
3.      Pelatihan Kepemimpinan Bagi Pengelola P4S (1 Angk, 30 orang, 7 hari)
4.      Pelatihan Kewirausahaan Agribisnis Bagi Pengelola P4S (1 Angk, 30 orang, 7 hari)
II. Pelatihan Teknis  Agribisnis
1.      Pelatihan Kewirausahaan Agribisnis Bagi Petani Muda (1 Angk, 30 orang, 7 hari)
2.      Pelatihan Diversifikasi Pangan Pengolahan Daging Bagi Peternak (1 Angk, 30 orang, 7 hari)
3.      Pelatihan Diversifikasi Pengolahan Susu bagi Peternak (1 Angk, 30 orang, 7 hari)
4.      Pelatihan Dasar Bagi Pengelola P4S (1 angk, 30 orang, 14 hari)
5.      Pelatihan Diversifikasi Pangan non Daging Sapi Bagi Gapoktan (2 Angk, 60 orang, 10 hari)
6.      Pelatihan Mendukung Nilai Tambah (GAP,GMP, PHP,P3A) bagi Gapoktan (1 Angk, 30 orang, 7 hari)
Pelatihan Non  Aparatur Balai Besar Pelatihan Peternakan - Batu Tahun Anggaran 2010
1.    Pelatihan Limbah dan Biogas Bagi Peternak.........................................Tanggal 7 s.d. 13 Februari 2010  (Terealisasi)
2.    Pelatihan Pakan dan Hijauan Bagi Peternak.........................................Tanggal 7 s.d. 13 Februari 2010 (Terealisasi)
3.    Pelatihan Agribisnis Kewirausahaan bagi Magang Jepang.................... ..Tanggal 13  s.d. 19 Juni 2010 (Terealisasi)
4.    Pelatihan Agri Training Camp (ATC) Angkatan 1 dan 2.........................Tanggal 5 s.d. 9 Juli 2010 (Terealisasi)
5.    Pelatihan Manajemen Kepemimpinan P4S...........................................Tanggal 25 April s.d. 1 Mei 2010 (Terealisasi)
6.    Pelatihan Petani  Angkatan 1................................Tanggal 17 s.d. 21 Mei 2010 (Terealisasi)
7.    Pelatihan Petani  Angkatan 2................................Tanggal 7 s.d. 11 Juni 2010 (Terealisasi)
8.    Pelatihan Manajemen/Kepemimpinan Masyarakat Pertanian Wilayah Timur.......Tanggal 25 April s.d. 1 Mei 2010
9.    Pelatihan Kewirausahaan Wilayah Barat..............................................Tanggal 25 April s.d. 1 Mei 2010 (Terealisasi)
10.     Pelatihan Kewirausahaan Wilayah Timur........................Tanggal 25 April s.d. 1 Mei 2010
Yang menjadi permasalahan utama peserta adalah sebagian peserta yang datang tidak sesuai dengan kriteria dalam undangan BBPP.  Hal ini menyebabkan perbedaan kemampuan awal dan menyebabkan kurang tepatnya sasaran pelatihan.
EVALUASI
Menurut McNeil (1977), evaluasi didasarkan tiga hal yaitu: 1) Placement. Pada tingkatan seperti apa pebelajar mendapatkan tantangan tetapi tidak frustasi? 2)Mastery. Apakah pebelajar mencapai ketuntasan untuk bisa melanjutkan ke level berikutnya? 3) Diagnosis. Bagian apakah yang sulit pada level tersebut?.
Pada BBPP, untuk mengukur keberhasilan dilakukan evaluasi materi, evaluasi pengajar dan evaluasi peneyenggaraan secara keseluruhan. Evaluasi terhadap pengajar dilakukan oleh peserta  langsung setelah seorang widyaiswara selesai mengajar. Evaluasi keseluruhan materi dilakukan menjelang akhir latihan. Dan evaluasi penyelenggaraan pelatihan dilakukan setelah selesai pelatihan.
Kelemahan evaluasi oleh peserta adalah seringnya ditemukan penilaian yang tidak objektif.  Kadang juga ada faktor kepentingan peserta mempengaruhi penilaian.


DAFTAR PUSTAKA
Effendi, M. 2009. Kurikulum dan Pembelajaran: Pengantar ke Arah Pemahaman KBK,KTSP dan SBI. Universitas Negeri Malang. Malang
Hamalik, O. 2008. Dasar Dasar Pengembangan Kurikulum. Remaja Rosdakarya. Bandung
McNeil, J.D. 1977. Curriculum: A Comprehensive Introduction. Little Brown and Company. Boston Toronto.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar