Sabtu, 18 Februari 2012

MAKALAH : LANGKAH LANGKAH PENELITIAN

LANGKAH LANGKAH PELAKSANAAN PENELITIAN
Ada beberapa pendapat pakar tentang langkah langkah dalam penelitian. Arikunto (2006) membagi penelitian dalam 11 tahap yaitu: 1) memilih masalah, 2) studi pendahuluan, 3) merumuskan masalah, 4) merumuskan anggapan dasar dan atau hipotesis, 5) memilih pendekatan, 6) menentukan variable dan sumber data, 7) menentukan dan menyusun instrument, 8) mengumpulkan data, 9) analisis data, 10) menarik kesimpulan dan 11) menyusun laporan. Langkah ke -1 sampai dengan ke -6 merupakan kegiatan pembuatan rancangan penelitian. Langkah ke-7 sampai dengan ke-10 merupakan pelaksanaan penelitian dan langkah terakhir sama dengan pembuatan laporan penelitian.
Mason dan Bramble (1978) menyebutkan ada lima tahap penelitian. Yang pertama, peneliti tertarik dan merasa perlu melakukan penelitian. Yang kedua, peneliti memahami hal yang diteliti secara mendetail. Yang ketiga menyusun proposal. Yang keempat mengumpulkan dan menganalisa data. Yang kelima menulis laporan penelitian.
Meskipun dalam pembagiannya berbeda, namun sebenarnya pendapat tersebut memiliki kesamaan bahwa langkah penelitian diawali dari masalah yang dipilih untuk diteliti dan diakhiri dengan laporan untuk publikasi hasil.
A. PENGETAHUAN DAN KETERTARIKAN PADA PENELITIAN
Masalah yang dipilih harus menarik bagi si peneliti sendiri dan cocok dengan bidang kemampuannya. Untuk merencanakan penelitian yang bermakna, diperlukan komitmen karena itu diperlukan ketertarikan peneliti (Mason dan Bramble, 1978).
Masalah yang dipilih harus sesuai dengan kualifikasi peneliti. Sukar mudahnya masalah yang ingin dipecahkan harus sesuai dengan derajat ilmiah yang dimiliki peneliti. Jadi seorang doctor dengan seorang sarjana akan memilih masalah yang berbeda, sesuai derajat daya nalar, sensitivitas terhadap data, serta kemampuan peneliti dalam menghasilkan orisinalitas (Nazir, 2009).
Ada tiga persyaratan penting dalam mengadakan kegiatan penelitian yaitu sistematis, berencana dan mengikuti konsep ilmiah. Sistematis artinya dilaksanakan menurut pola tertentu, dari yang paling sederhana sampai kompleks hingga tercapai tujuan secara efektif dan efisien. Berencana artinya dilaksanakan dengan adanya unsure pemikiran langkah langkah pelaksanaannya. Cara cara dalam kegiatan penelitian mengikuti prinsip yang digunakan untuk memperoleh pengetahuan.
Empat hal yang harus dipenuhi bagi terpilihnya masalah atau judul penelitian yaitu harus sesuai dengan minat peneliti, harus dapat dilaksanakan, harus tersedia factor pendukung dan harus bermanfaat. (Arikunto, 2006). Suatu topic dapat diteliti jika peneliti memiliki target partisipan yang bersedia membantunya dalam melakukan penelitian dan memiliki perangkat perangkat yang memadai dalam mengumpulkan dan menganalisis data dalam jangka waktu yang ditentukan (Creswell, 2010). Factor perlunya suatu penelitian dilakukan yang harus dipertimbangkan adalah apakah topic tersbut hanya sekedar menambah pengetahuan yang sudah ada, atau sekedar menduplikasi penelitian penelitian sebelumnya, atau menyuarakan kembali hak hak kelompok atau individu yang terpinggirkan atau berusaha mentranformasikan gagasan gagasan para penaliti sebelumnya. Peneliti juga harus tahu apakah ada orang lain diluar lembaga peneliti yang akan tertarik pada topic tersebut. Selain itu, layak tidaknya suatu topic diteliti juga berhubungan dengan cita cita peneliti.
B. MENGIDENTIFIKASI MASALAH
Masalah penelitian bisa diidentifikasi dari pengamatan terhadap kegiatan kegiatan manusia, pengamatan terhadap alam sekitar, bacaan dan ulangan serta perluasan penelitian, cabang studi yang sedang dikerjakan, pengalaman dan catatan pribadi, praktik serta keinginan masyarakat, bidang spesialisasi, pelajaran dan mata ajaran yang sedang diikuti, diskusi diskusi ilmiah dan perasaan intuisi (Nazir, 2009).
Setelah memilih masalah, langkah selanjutnya adalah mengadakan studi pendahuluan dengan cara membaca literature,baik teori maupun penemuan (hasil penelitian terdahulu) atau mendatangi ahli ahli atau manusia sumber untuk berkonsultasi dan memperoleh informasi.
C. MENYUSUN PROPOSAL
Proposal atau usulan penelitian perlu dibuat oleh calon peneliti dengan maksud memberikan pedoman kerja peneliti dan atau meminta bantuan dana kepada sponsor.
Proposal merupakan rencana penelitian. Proposal terdiri dari tiga bagian yaitu judul, pendahuluan dan metode penelitian. Judul adalah ringkasan proposal itu sendiri, yang menyatakan variable, hubungannya dan populasi yang diambil sampelnya untuk diteliti (Mason & Bramble, 1978). Judul sebaiknya singkat dan memuat 12 – 15 kata dan mengidentifikasi variable dan subyek penelitian (Setyosari,2007) Menurut Wilkinson dalam Creswell (2010) judul sebaiknya tidak lebih dari 12 kata, tidak menggunakan kata sandang atau preposisi yang berlebihan dan mencakup topic utama penelitian. Contoh Judul: Pengaruh Metode pembelajaran dan Motivasi Berprestasi Terhadap Hasil Belajar Teknologi Pasca Panen Siswa SPP Pelaihari.
Maxwell dalam Creswell (2010) berpendapat bahwa suatu proposal penelitian dibentuk dari beberapa argumentasi utama, yaitu:
1. Apa yang dibutuhkan pembaca untuk memahami topic peneliti dengan mudah?
2. Apa yang sudah diketahui pembaca mengenai topic penelitian?
3. Apa yang diharapkan peneliti dalam penelitiannya?
4. Rancangan seperti apa yang akan digunakan dan siapa orang yang ingin diteliti?
5. Metode apa yang ingin digunakan untuk menyajikan data?
6. Bagaimana peneliti akan menganalisis data?
7. Bagaimana peneliti akan memvalidasi penemuan penemuannya?
8. Masalah masalah etis apa saja yang akan disajikan oleh peneliti?
9. Apakah hasil hasil sementara sudah menunjukkan bahwa penelitian yang diajukan ini bermanfaat dan bisa diterapkan?
Pendahuluan terdiri dari latar belakang, rumusan masalah, tujuan penelitian,hipotesis penelitian (jika ada) dan kegunaan atau pentingnya penelitian. Latar belakang mengemukakan mengapa peneliti merasa perlu melakukan penelitian. Kemudian peneliti mengemukakan masalah, tujuan dan hipotesis penelitian (jika ada). Rumusan masalah dalam penelitian kuantitatif biasanya berupa pertanyaan tentang hubungan antara variable variable yang akan dianalisis oleh peneliti. Sedangkan hipotesis merupakan prediksi prediksi yang dibuat peneliti tentang hubungan antar variable yang diharapkan oleh peneliti.
Paparan kajian literature disesuaikan dengan masalah masalah yang ingin dipecahkan lewat penelitiannya.
Langkah langkah untuk melakukan tinjauan pustaka yang disarankan oleh Creswell (2010):
1. Mulailah dengan mengidentifikasi beberapa kata kunci penelitian
2. Setelah kata kunci diperoleh, kunjungilah perpustakaan dan mulailah mencari catalog untuk materi materi referensi (seperti jurnal dan buku)
3. Cobalah menemukan sedikitnya 50 laporan penelitian, seperti artikel atau buku buku yang berhubungan dengan penelitian
4. Bacalah sepintas sekumpulan artikel atau bab bab dalam buku, lalu salinlah/ gandakanlah bab bab atau artikel yang relevan dengan topic penelitian
5. Ketika mengidentifikasi beberapa literature, mulailah merancang peta literature
6. Setelah membuat peta literature, buatlah ringkasan dari beberapa artikel yang paling relevan
7. Ringkasan yang sudah diperoleh disusun secara tematis atau berdasarkan konsep konsep penting untuk dibuat tinjauan pustaka
Pada metodologi, rancangan dipilih dan ditetapkan untuk memberikan arah bagi peneliti untuk melakukan penelitiannya. Peneliti menjelaskan subyek penelitiannya, instrument yang dipilihnya, cara mengumpulkan data penelitiannya dan analisa data yang akan digunakan dalam penelitiannya. (Setyosari, 2007)
D. MENGUMPULKAN DAN MENGANALISA DATA
Data dikumpulkan sesuai prosedur yang telah tertulis pada proposal. Apabila metode yang dipilih telah benar benar dipertimbangkan, maka pengumpulan data tidak sulit ( Mason and Bramble, 1978)
Data yang diungkap dalam penelitian dapat dibedakan menjadi 3 jenis, yaitu: fakta, pendapat dan kemampuan. Untuk mengukur ada atau tidaknya serta besarnya kemampuan objek yang diteliti digunakan tes.
Kuisioner juga bisa dipilih untuk mengumpulkan data. Prosedur yang dilalui untuk menyusun kuisioner yaitu: 1) merumuskan tujuan yang akan dicapai dengan kuisioner, 2) mengindentifikasikan variable yang akan dijadikan sasaran kuisioner, 3) menjabarkan setiap variable menjadi sub variable yang lebih spesifik dan tunggal dan 4) menentukan jenis data yang akan dikumpulkan , sekaligus untuk menentuan teknis analisanya. Pemilihan responden kuisioner juga perlu mendapat perhatian.
Bila menggunakan metode interview, isi jawaban responden yang diterima peneliti bisa dipengaruhi oleh sikap peneliti pada waktu datang, sikap duduk, kecerahan wajah, tutur kata, keramahan, kesabaran serta keseluruhan penampilannya.
Bila menggunakan metode observasi, cara yang paling efektif adalah melengkapinya dengan format atau blangko pengamatan sebagai instrument. Format yang disusun berisi item item tentang kejadian atau tingkah laku yang digambarkan akan terjadi.
Bila menggunakan metode dokumentasi, peneliti bisa menggunakan chek-list untuk mencari variable yang sudah ditentukan. Apabila terdapat variable yang dicari, maka penelit tinggal membubuhkan tanda chek ditempat yang sesuai.
Setelah data terkumpul, maka peneliti melakukan analisis. Sebagai persiapan analisis, lebih dahulu peneliti melakukan: 1)mengecek nama dan kelengkapan identitas pengisi, 2) mengecek kelengkapan data dan 3) mengecek macam isian data.
Kegiatan selanjutnya adalah tabulasi. Dalam hal ini peneliti : 1) memberikan skor terhadap item item yang perlu diberi skor, 2) memberikan kode terhadap item item yang tidak diberi skor, 3) mengubah jenis data, disesuaikan atau dimodifikasikan dengan teknik analisis yang akan digunakan , 4) memberikan kode jika pengolahan data dilakukan dengan computer.
Data kuantitatif dalam penelitian penelitian korelasional, komparatif, atau eksperimen diolah dengan rumus rumus statistic yang sudah ada. Untuk penelitian deskriptif di presentase dan komparasikan dengan kinerja yang telah ditentukan
E. MENULIS LAPORAN
Menurut Arikunto (2006), sebenarnya akan jauh lebih efisien apabila pekerjaan menulis dimulai dari sejak penelitian dimulai. Peneliti mulai menuliskan apa yang perlu dituliskan walaupun dalam bentuk kertas lepas lepas.(system kartu).
Bentuk pelaporan sangat tergantung pada jenis pembaca yang ditargetkan. Secara umum, hasil penelitian dapat ditujukan kepada tiga jenis konsumen yaitu: 1) masyarakat umum, 2) sponsor penelitian dan 3) masyarakat ilmiah (Nazir, 2009). Menurut Burrough dalam Arikunto ( 2006) perbedaan format bukan hal yang penting untuk dipermasalahkan. Yang penting untuk diperhatikan adalah:
1. Bahwa pembaca dapat memahami dengan jelas apa yang telah dilakukan oleh peneliti, apa tujuannnya dan bagaimana hasilnya
2. Bahwa langkah dan medanya jelas sehingga pembaca dapat mengulangi proses penelitian itu apabila ia menghendaki
Tesis dan disertasi biasanya dipresentasikan difakultas dengan bentuk laporan yang terinci. Untuk penelitian yang menggunakan dana hibah, laporan disampaikan dengan lengkap setelah penelitian selesai. Hasil penelitian yang dimuat dijurnal biasanya lebih singkat dari kedua laporan tersebut.( Mason and Bramble, 1978)
Menurut PPKI UM (2010), bagian inti skripsi, tesis dan disertasi hasil penelitian kuantitatif ada dua alternative:
1. Bab I : Pendahuluan, Bab II Metode Penelitian, Bab III Hasil Analisis, Bab IV Pembahasan dan Bab V Penutup
2. Bab I Pendahuluan, Bab II Kajian Pustaka, Bab III Metode Penelitian, Bab IV Hasil Analisis, Bab V Pembahasan dan Bab VI Penutup
Untuk hasil penelitian kualitatif juga ada dua alternative yang bisa digunakan yaitu:
1. Bab I Pendahuluan, Bab II Metode Penelitian, Bab III Paparan Data dan Temuan Penelitian, Bab IV Pembahasan dan Bab V Penutup
2. Bab I Pendahuluan, Bab II dan seterusnya memuat hasil hasil penelitian yang diperolah. Judul dan isi masing masing bab disesuaikan dengan topic dan hasil penelitian, termasuk pembahasannya
Apabila penelitian yang dilakukan adalah penelitian pengembangan maka format laporan yang bisa dipilih adalah:
1. Bab I Pendahuluan, Bab II Metode Penelitian dan Pengembangan, Bab III Hasil dan Bab IV Kajian dan Saran
2. Bab I Pendahuluan, Bab II Kajian Pustaka, Bab III Metode Penelitian dan Pengembangan, Bab IV Hasil dan Bab V Kajian dan Saran


DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, Suharsimi. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Edisi Revisi VI .Jakarta . PT Rineka Cipta.
Creswell, J.W. 2010. Research Design Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif dan Mixed. Edisi Ketiga. Yogyakarta. Pustaka pelajar.
Mason, E.J. and Bramble, W.J. 1978. Understanding an Conducting Researh/ Aplication in Education and The Behavioral Sciences, Mc. Graw-Hill Book Company.
Nazir, Moh. 2009. Metode Penelitian. Cetakan ke tujuh. Jakarta Ghalia Indonesia.
Tim, Penyusun. 2010. Pedoman Penulisan Karya Ilmiah. Universitas Negeri Malang.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar