Minggu, 28 Mei 2023

Kesimpulan dan Refleksi Modul 1.1. CGP angkatan 8

 

Refleksi

Sebelum saya mempelajari modul 1.1. saya masih sering menganggap murid adalah seseorang yang minat belajarnya masih kurang. Apalagi murid kelas 10 yang masih belum memahami peternakan.Oleh karena itu saya merasa perlu untuk memberikan tugas tugas yang secara bertahap akan meningkatkan kompetensinya. Target utama saya tadinya diukur dengan ujian.Saya juga memberikan ujian dengan soal pengetahuan dan ketrampilan yang sama bagi semua murid. Saya juga hanya sedikit memberikan kesempatan murid berkreasi, pembelajaran dilakukan dengan rencana memenuhi target kurikulum.

Menurut Ki Hajar Dewantara, Pendidikan haruslah ing ngarso sung tulodho, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani. Guru seharusnya memberikan teladan teladan yang membuat murid memiliki keinginan belajar, meniru tingkah laku yang baik yang di contohkan oleh gurunya. Jadi guru tidak memaksa muridnya untuk melakukan sesuatu karena takut hukuman. Namun melakukan sesuatu dengan kesadaran akan kebutuhannya sendiri untuk berkembang. Bukan mengerjakan tugas atau berlaku baik untuk menghindari hukuman.

Ada kalanya guru harus berada di tengah muridnya untuk memberikan kesempatan murid berkreasi, newujudkan ide ide mereka dengan bimbingan yang diperlukan. Guru tidak membatasi kreatifitas murid. Misalnya pada kegiatan pameran produk,kegiatan ekstra kurikuler , kegiatan OSIS, atau kegiatan pembelajaran kewirausahaan. Murid diberi kesempatan memilih sendiri, apa yang diinginkan untuk dibuat atau dikerjakan.

Apabila murid telah memiliki hal hal positif, maka tugas guru adalah menjadi pendorong terulangnya perilaku tersebut. Guru menguatkan agar hal hal yang positif menjadi “kebiasaan” dalam hidup murid. Guru juga mendorong meningkatnya rasa tanggung jawab murid sesuai usia mereka.

Setelah saya belajar tentang filosofi Ki Hajar Dewantara, saya menyadari bahwa pemikiran saya kurang tepat. Murid bukan lah objek dalam pembelajaran. Guru merupakan fasilitator perkembangan mereka secara pribadi, sesuai kodratnya (bakat dan minatnya), Jadi guru harus menghamba pada kepentingan muridnya, bukan target kurikulum/ kompetensi yang sama untuk semua.

              Menurut Ki Hajar Dewantara, murid harus dididik sesuai kodratnya. Masing masing dari mereka memiliki keunikan, baik latar belakang keluarganya, lingkungannya, bakatnya, maupun minatnya. Murid telah memiliki semua itu, tugas guru adalah menyesuaikan dengan apa yang sudah ada. Ibaratnya tulisan yang samar samar, maka tugas guru adalah menebalkan tulisan itu agar terbaca. Ibarat biji bijian, maka mereka harus ditumbuhkan di media yang sesuai untuk mereka, diberi pupuk dan air yang sesuai kebutuhannya, bukan di samakan. Karena biji yang perlu ditanam di lahan basah, tidak akan tumbuh di lahan kering. Namun biji yang tidak tahan terendam akan busuk dan tidak tumbuh jika air berlebihan.

            Untuk bisa memberikan dukungan yang maksimal, maka tugas guru yang pertama adalah mengenali muridnya dengan benar, menemukan bakatnya/ potensinya dan kemudian baru bisa memberikan apa yang dibutuhkan oleh mereka.

            Dalam memaksimalkan dukungan tersebut, guru haruslah mengikuti perkembangan, mengikuti kodrat zaman. Pada saat sekarang ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang pesat, seperti teknologi digital yang juga berdampak pada media dan metode pembelajaran di kelas. Karena sesuatu yang baru akan lebih menarik buat murid, maka guru perlu meng update ilmunya dalam strategi mengajar dan penggunaan media belajar terbaru. Jadi pembelajaran akan selalu menyenangkan dan menarik.

            Guru juga harus mengenali perubahan ilmu pengetahuan dan teknologi yang mempengaruhi kepribadian murid. Dengan akses internet yang bebas, murid bisa mendapatkan banyak hal positif sekaligus hal negative yang tidak sesuai budaya atau agamanya. Guru harus peka agar bisa mengarahkan ilmu dan teknologi tersebut menjadi potensi potensi positif. Misalnya penggunaan gadget untuk mengakses ilmu ilmu baru, memilih pengetahuan yang akurat, atau untuk menggunakannya untuk belajar. Guru bisa mengajak murid mengakses situs situs yang bermanfaat bagi murid di saat sekarang maupun  di masa depan. Guru bisa mendorong murid berwira usaha online, mengenalkan budaya local melalui sosial media dan lain sebagainya. Jadi kemajuan teknologi akan menjadi peluang buat murid untuk menggapai masa depan yang lebih baik.

            Guru juga harus mengikuti perkembangan teknologi terbaru pada bidang yang diajarkan. Misalnya saya adalah guru bidang peternakan, maka saya harus belajar teknologi terbaru di bidang saya. Kalau guru tidak belajar, maka yang diajarkan adalah ilmu ilmu lama yang nantinya tidak dipakai didunia kerja. Oleh karena itu guru harus belajar sepanjang hayat.

            Hal lain yang juga perlu diperhatikan oleh guru adalah, bahwa siswa harus didik sesuai usianya. Pada saat usia muda, murid perlu lebih banyak bermain, jadi guru memberikan permainan permainan yang bermanfaat bagi murid baik melatih fisik, melatih kekompakan, melatih kerjasama, kesabaran, ketelitian atau berhitung dengan permainan. Dengan bertambahnya usia murid, guru harus membangun motivasi intrinsic murid untuk belajar, guru menambah proporsi tanggung jawab terhadap murid namun tanpa membuat murid terpaksa melakukannya.

Rencana dalam Waktu Dekat

            Karena saat ini telah memasuki akhir semester genap, maka saya akan membuat rencana untuk semester berikutnya. Untuk penyusunan rencana pembelajaran, bagi akan menyusun rencana bersama terutama untuk pelajaran  dasar kompetensi keahlian dan kompetensi keahlian. Hal ini karena sekolah kami baru menerapkan kurikulum merdeka, dimana guru guru masih belajar untuk memahami kurikulum dan  mengeksplorasi strategi pembelajaran yang paling sesuai untuk masing masing kelas. Kami juga masih berproses untuk mengajar secara team (team teaching).  Kami juga akan mengenalkan model pembelajaran yang berbasis project untuk pembelajaran kompetensi keahlian pada murid kelas 11.

            Sekolah juga memberikan beberapa mata pelajaran pilihan bagi murid sesuai bakat, minat dan rencana masa depannya. Bagi yang akan melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi bisa memilih mata pelajaran ilmu pengetahuan alam. Bagi yang ingin meningkatkan kemampuan komunikasi, diberi pilihan mata pelajaran public speaking. Bagi yang tertarik wira usaha diberikan mata pelajaran digital marketing  atau pengolahan hasil ternak. Sebenarnya masih ada keinginan guru guru untuk memberikan pembelajaran Bahasa asing (selain Bahasa Inggris), namun terkendala oleh ketersediaan guru.