Minggu, 22 April 2012

EVALUASI (KUMPULAN SOAL)

1.      Konsep dasar evaluation, assessment, measurement, test, monitoring, accountability, dan transferences dapat dikemukakan secara berbeda oleh beberapa ahli. Berdasarkan sumber-sumber bacaan cetak dan elektronik, jelaskan pemahaman anda sendiri tentang semua konsep tersebut. Ada baiknya anda kemukakan dengan menggunakan ilustrasi contoh-contohnya. (bobot 20)
a.       Evaluation atau Evaluasi adalah adalah proses sistematis dalam mengumpulkan, menganalisis, dan menginterpretasikan informasi untuk mengetahui tingkat keberhasilan pelaksanaan program  sekolah dengan kriteria tertentu untuk keperluan pembuatan keputusan
b.      Assesment atau penilaian adalah proses mengumpulkan data dan menyusun data. Penilaian bisa bersifat qualitatif  maupun quantitative.
c.       Measurement atau pengukuran adalah suatu usaha untuk mengetahui keadaan sesuatu sebagaimana adanya. Pengukuran dapat diartikan dengan kegiatan untuk mengukur sesuatu. Pada hakekatnya, kegiatan ini adalah membandingkan sesuatu dengan atau sesuatu yang lain. Data yang dihasilkan berupa data quantitative.
d.      Tes adalah suatu instrument atau suatu prosedur yang sistematis untuk mengobservasi dan mendeskripsikan tingkah lakuseseorang kedalam kategori kategori tertentu atau skala numeric. tes merupakan sejumlah pertanyaan yang memiliki jawaban benar atau salah.
e.       Monitoring adalah proses rutin pengumpulan data dan pengukuran kemajuan atas objektif program. Memantau perubahan, yang fokus pada proses dan keluaran. Monitoring menyediakan data dasar untuk menjawab permasalahan, sedangkan evaluasi adalah memposisikan data-data tersebut agar dapat digunakan dan diharapkan memberikan nilai tambah.  Disekolah, monitoring merupakan kegiatan yang dilakukan untuk mengawasi atau memantau proses dan perkembangan pelaksanaan program sekolah

f.       Accountability atau Akuntabilitas merupakan pengetahuan dan adanya pertanggungjawaban tehadap tiap tindakan, produk, keputusan dan kebijakan termasuk pula di dalamnya administrasi publik pemerintahan, dan pelaksanaan dalam lingkup peran atau posisi kerja yang mencakup di dalam mempunyai suatu kewajiban untuk melaporkan, menjelaskan dan dapat dipertanyakan bagi tiap-tiap konsekuensi yang sudah dihasilkan
2.        Secara ideal, kegiatan evaluasi memiliki persyaratan, ruang lingkup, tahapan, metode, dan teknik pengumpulan data secara baku dan mendasar. Sebutkan dan jelaskan hal-hal yang terkait dengan hal-hal tersebut disertai contoh penerapan atau permasalahan yang berkenaan dengan hal-hal tersebut. (bobot 15)
a.       Persyaratan
Suatu evaluasi sudah seharusnya memiliki persyaratan, agar evaluasi tersebut dapat dikatakan berhasil. Persyaratan tersebut merupakan 4 standar yang harus ada didalam suatu evaluasi program. Keempat standar tersebut adalah:
1)      Utility Standards atau standar kegunaan
Utility adalah standar untuk menyatakan bahwa pekerjaan evaluasi yang dilakukan menyediakan informasi yang diperlukan oleh pemakai hasil evaluasi.
Contoh: Hasil evaluasi terhadap program pelatihan haruslah memberikan informasi yang dapat memicu para pemangku jabatan untuk menindaklanjuti hasil evaluasi.
2)      Propriety Standards
Propriety adalah standar untuk memberikan jaminan bahwa evaluasi yang dilakukan legal, etis, dan peduli dengan kesejahteraan mereka yang terlibat dalam evaluasi dan mereka yang terkena hasil evaluasi.
Contoh:Hasil evaluasi program pelatihan yang dilakukan tidak boleh melanggar hal-hal yang berkenaan dengan hukum, etika, dan kenyamanan keadaan didalam evaluan (objek evaluasi).
3)      Feasibility Standards
Feasibility menunjukkan bahwa evaluasi yang dilakukan bersifat realistic, prudent, diplomatic, dan frugal.
Contoh: Proses evaluasi yang dipilih adalah prosedur evaluasi yang paling praktis untuk program pelatihan dibanding prosedur yang lainnya. Serta prosedur tersebut tidak boleh mengganggu keadaan politik, juga harus efektif dan efisien.
4)      Accuracy Standards
Accuracy adalah standar untuk meyakinkan evaluator dan pengguna jasa evaluasi bahwa pekerjaan evaluasi yang dilakukan mampu mengungkapkan informasi yang cukup dan diperoleh dengan cara yang benar untuk digunakan dalam menentukan merit dan worth dari kurikulum yang sedang dievaluasi.
Contoh: Informasi-informasi yang dijadikan dasar sebagai hasil evaluasi harus dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, baik kepada orang lain ataupun pemangku tanggungjawab.

b.      Ruang Lingkup
Ruang lingkup pada evaluasi program pada umumnya dapat diklasifikasikan menjadi empat aspek umum. Keempat aspek tersebut adalah: kebutuhan (needs), proses (process), hasil (outcome), dan ketepatgunaan (efficiency).
1)      Needs. Evaluasi pada kebutuhan merupakan prasyarat dari perencanaan program yang efektif, karena perencanaan juga termasuk kedalam bentuk evaluasi.
Contoh: jika suatu sekolah ingin mengadakan peningkatan mutu pembelajaran, maka sekolah harus membuat komponen apa saja yang ingin ditingkatkan. Komponen disini bisa berarti kualitas guru, keadaan media pembelajaran, lingkungan, ataupun yang lainnya. Setelah daftar tersebut dibuat, lalu pihak manajemen sekolah mengadakan evaluasi, yang menghasilkan keputusan komponen mana yang paling mendesak untuk ditingkatkan.
2)      Process.Evaluasi pada proses dilakukan untuk mengetahui beberapa hal, yaitu:
a)      Apakah program menarik cukup peserta program?
b)      Apakah peserta cukup mewakili sebagai sampel suatu populasi?
c)      Berapa banyak penyelenggara program yang benar-benar berhubungan dengan peserta?
d)     Apakah beban kerja peserta sesuai dengan yang direncanakan?
e)      Apakah ada perbedaan kualitas pada peserta sebelum dan sesudah program?
Contoh: jika pelatihan dilaksanakan dalam beberapa fase atau hari, maka setiap hari atau sesi pelatihan, para evaluator dapat memebrikan tes atau non-tes untuk mengetahui hasil tiap sesi (hari) dari pelatihan.
3)      Outcome.Evaluasi pada hasil merupakan fase kritis (penting) pada suatu pelaksanaan program. Evaluasi ini dibutuhkan untuk menilai bahwa program memang memberikan pengaruh pada peserta. Evaluasi ini lebih rumit dari yang dibayangkan, karena evaluasi ini termasuk menilai apakah ada perubahan yang lebih baik pada peserta disaat kembali ke organisasinya.
4)      Efficiency.Ketika suatu program memberikan dampak yang baik kepada peserta atau organisasi, evaluasi juga harus dilakukan pada tingkat efisiensi. Beberapa pertanyaan yang dapat diajukan pada evaluasi ini adalah:
a)      Apakah program mencapai keberhasilannya dengan biaya yang pantas?
b)      Dapatkah jumlah biaya tebayar dari pencapaian yang didapat?
c)      Apakah program mencapai tingkat yang lebih baik daripada program lain dengan biaya yang sama?

c.       Tahapan
Evaluasi merupakan proses yang berkelanjutan dan sistematis, oleh karena itu evaluasi pasti memiliki tahapan yang menjadi dasar proses pelaksanaan evaluasi.Tahapan dari evaluasi program dapat dikategorisasikan menjadi tiga tahapan utama, yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan, serta pengolahan hasil dan pembuatan laporan.
1)      Tahap Perencanaan evaluasi mencakup langkah perumusan tujuan evaluasi, penetapan aspek-aspek yang diukur, penetapan teknik atau metode pengumpulan data, penyiapan instrumen pengumpul data, dan penetapan waktu pelaksanaan.
2)      Tahap Pelaksanaan evaluasi merupakan langkah merealisasi perencanaan evaluasi yang disusun. Langkah ini mencakup pelaksanaan pengumpulan data dan verifikasi data.
3)      Tahap Pengolahan Hasil merupakan tahap akhir kegiatan evaluasi. Langkah ini meliputi kegiatan analisa dan interpretasi data, serta pembuatan laporan hasil evaluasi.


d.      Metode
Ada empat metode evaluasi yaitu eksperimental, quasi eksperimental, evaluasi holistic dan evaluasi transaksional. Evaluasi holistic dan evaluasi transaksional dilakukan apabila desain eksperimen dan eksperimental tidak bisa dilakukan.
e.       Teknik Pengumpulan Data
Teknik evaluasi digolongkan menjadi 2 yaitu teknik tes dan teknik non Tes
1. teknik non tes meliputi ; skala bertingkat, kuesioner,daftar cocok, wawancara, pengamatan, riwayat hidup.
a. Rating scale atau skala bertingkat menggambarkan suatu nilai dalam bentuk angka. Angka-angak diberikan secara bertingkat dari anggak terendah hingga angkat paling tinggi. Angka-angka tersebut kemudian dapat dipergunakan untuk melakukan perbandingan terhadap angka yang lain.
b. Kuesioner adalah daftar pertanyaan yang terbagi dalam beberapa kategori. Dari segi yang memberikan jawaban, kuesioner dibagi menjadi kuesioner langsung dan kuesioner tidak langsung. Kuesioner langsung adalah kuesioner yang dijawab langsung oleh orang yang diminta jawabannya. Sedangkan kuesioner tidak langsung dijawab oleh secara tidak langsung oleh orang yang dekat dan mengetahui si penjawab seperti contoh, apabila yang hendak dimintai jawaban adalah seseorang yang buta huruf maka dapat dibantu oleh anak, tetangga atau anggota keluarganya. Dan bila ditinjau dari segi cara menjawab maka kuesioner terbagi menjadi kuesioner tertutup dan kuesioner terbuka. Kuesioner tertututp adalah daftar pertanyaan yang memiliki dua atau lebih jawaban dan si penjawab hanya memberikan tanda silang (X) atau cek (√) pada awaban yang ia anggap sesuai. Sedangkan kuesioner terbuka adalah daftar pertanyaan dimana si penjawab diperkenankan memberikan jawaban dan pendapat nya secara terperinci sesuai dengan apa yang ia ketahui.
c. Daftar cocok adalah sebuah daftar yang berisikan pernyataan beserta dengan kolom pilihan jawaban. Si penjawab diminta untuk memberikan tanda silang (X) atau cek (√) pada awaban yang ia anggap sesuai.
d. Wawancara, suatu cara yang dilakukan secara lisan yang berisikan pertanyaan-pertanyaan yang sesuai dengan tujuan informsi yang hendak digali. wawancara dibagi dalam 2 kategori, yaitu pertama, wawancara bebas yaitu si penjawab (responden) diperkenankan untuk memberikan jawaban secara bebas sesuai dengan yang ia diketahui tanpa diberikan batasan oleh pewawancara. Kedua adalah wawancara terpimpin dimana pewawancara telah menyusun pertanyaan pertanyaan terlebih dahulu yang bertujuan untuk menggiring penjawab pada inform
asi-informasi yang diperlukan saja.
e. Pengamatan atau observasi, adalah suatu teknik yang dilakuk
an dengan mengamati dan mencatat secara sistematik apa yang tampak dan terlihat sebenarnya. Pengamatan atau observasi terdiri dari 3 macam yaitu : (1) observasi partisipan yaitu pengamat terlibat dalam kegiatan kelompok yang diamati. (2) Observasi sistematik, pengamat tidak terlibat dalam kelompok yang diamati. Pengamat telah membuat list faktor faktor yang telah diprediksi sebagai memberikan pengaruh terhadap sistem yang terdapat dalam obejek pengamatan.
f. Riwayat hidup, evaluasi ini dilakukan dengan mengumpulkan data dan informasi mengenai objek evaluasi sepanjang riwayat hidup objek evaluasi tersebut.

3.      Sebutkan dan jelaskan tahapan kegiatan monitoring dan evaluasi. Gambarkan perbedaan diantara keduanya melalui ilustrasi contoh penerapannya. (bobot 15)
a.       Menyusun rancangan
1.      Menentukan fokus dan tujuan.
2.      Menentukan komponen dan indikator.
3.      Merancang dan mengembangkan instrumen pengumpulan data.
4.      Menyusun jadwal kegiatan.
b.      Melaksanakan
Pengumpulan data/informasi melalui :
1.      Angket
2.      Dokumentasi
3.      Pengamatan
4.      Wawancara  
c.       Melaporkan
1.      Pengolahan data
2.      Analisis data
3.      Penyusunan laporan
Monitoring merupakan bagian dari evaluasi. Monitoring memiliki sifat dan tujuan layaknya evaluasi formatif, karena dilakukan berkesinambungan dalam jangka waktu yang telah direncanakan. Monitoring memberikan data dan informasi yang dijadikan dasar telah kesimpulan dari evaluasi. Oleh karena itu, kegiatan monitoring dan evaluasi tidak dapat dipisahkan satu sama lain
4.        Hasil evaluasi dan monitoring pada beberapa kasus tidak dijadikan dasar pengambilan suatu keputusan. Mengapa hal tersebut dapat terjadi? Jelaskan secara gamblang suatu situasi/kondisi yang memungkinkan hasil evaluasi dan monitoring tidak menjadi bagian penting tahapan pengambilan dan kebijakan pendidikan. (bobot 20)

Ada banyak hal yang menjadi pertimbangan, apakah hasil evaluasi tersebut akan dijadikan dasar pengambilan suatu keputusan atau tidak.  Tetapi hal yang terpenting adalah bila hasil evaluasi tidak menggambarkan data yang sesungguhnya. Hal ini bisa terjadi karena 1) evaluasi tidak dilakukan secara menyeluruh pada program, 2) pemilihan metode evaluasi kurang tepat dengan jenis program, 3)data tidak bisa mewakili kondisi keseluruhan  atau 4) evaluator tidak berhasil menyarankan hasil evaluasinya atau karena hasil evaluasi dianggap tidak sesuai kepentingan pengambil kebijakan . Evaluasi di Indonesia seringkali terbentur oleh hal hal tersebut.

5.      Gambarkan secara sistematis suatu rangkaian kegiatan perencanaan kurikulum/pembelajaran di suatu lembaga pendidikan (contoh: SMP/MTs). Jelaskan hubungan dan keterhubungan yang erat diantara komponen-komponennya. Setelah itu, buatlah daftar cek (checklist) yang mampu mengidentifikasi masing-masing komponen beserta keterhubungan diantara komponen-komponen kurikulum/pembelajaran tersebut secara menyeluruh. Wujudkan dalam bentuk tabel seperti contoh berikut: (bobot 30)

Kegiatan perencanaan kurikulum disuatu lembaga pendidikan dapat dilakukan dengan:
1)      Perencanaan jangka panjang meliputi perumusan tujuan pelajaran dalam tercapainya tujuan pendidikan, pemilihan isi dan kegiatan belajar yang berkaitan dengan tujuan tujuan pelajaran, pengorganisasian isi menjadi unit unit pelajaran, penyusunan unit unit belajar dalam kaitannya dengan tujuan pelajaran dan kematangan murid, pengadaan seleksi atas prosedur mengajar yang akan digunakan dan pertimbangan metode evaluasi yang akan digunakan. Di sekolah, kegiatan dilakukan dengan mengembangkan kurikulum berdasarkan  standar kelulusan dari departemen pendidikan. Penjabaran dibuat sesuai kondisi sekolah secara keseluruhan.
2)      Perencanaan tahunan meliputi kegiatan menentukan tujuan pelajaran, menyusun scope pelajaran berdasarkan tujuan, mengorganisasikan isi pelajaran dalam bentuk masalah masalah atau unit unit dan menentukan metode pengajaran setiap unit. Disekolah kegiatan ini adalah penyusunan silabus mata pelajaran.
3)      Perencaan harian dan mingguan adalah kegiatan guru mata pelajaran.  Kegiatan ini menghasilkan rencana kegiatan pembelajaran berupa RPP. Rencana ini yang akan dilaksanakan dalam kegiatan pembelajaran di kelas.

Dari serangkaian kegiatan tersebut maka perencanaan jangka panjang merupakan dasar untuk perencanaan jangka pendek dan perencanaan jangka pendek dijabarkan dalam perencanaan harian.  Jadi pelaksanaan kegiatan pembelajaran di kelas merupakan komponen proses untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan di kurikulum.
No
Komponen dan Indikator yang diamati
Hasil Observasi
Keterangan
Ada
Tidak
A.     
Komponen Tujuan




1.      Apakah tujuan yang dikembangkan guru bersumber dari SI dan SKL yang ditetapkan pemerintah?
2.      Apakah guru telah menyusun strategi pembelajaran yang sesuai dengan tujuan?
3.      Apakah materi yang dipilih oleh guru mendukung pencapaian tujuan pembelajaran?
4.      Apakah guru telah memberikan assesmen sesuai tujuan pembelajaran?
5.      Apakah tersedia peralatan dan bahan pembelajaran yang diperlukan untuk mencapai tujuan pembelajaran?
6.      Apabila  peralatan dan bahan pembelajaran yang ada telah dimanfaatkan secara optimal oleh guru?
7.      Apakah ada monitoring rutin dari kepala sekolah dan pengawas pada proses pembelajaran?
8.      Apakah hasil pembelajaran sudah dijadikan acuan untuk mengevaluasi proses pembelajaran?






Tidak ada komentar:

Poskan Komentar