Selasa, 24 April 2012

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Rencana pembelajaran didefinikan sebagai proses dimana guru memutuskan apa yang akan diajarkan, bagaimana mengajarkannya dan apa yang akan dipelajari dan apa yang memuaskan siswa.
Ada pro dan kontra mengenai penyusunan rencana pembelajaran. Ada yang mengatakan kalau penyusunan rencana pembelajaran hanya menghabiskan waktu, sementara pekerjaan guru yang lain sudah banyak.  Ada juga pendapat bahwa rencana membatasi spontanitas dan kreatifitas guru dikelas. Tetapi rencana pembelajaran bisa membuat akan membuat pembelajaran lebih efektif. Banyak dosen, guru kelas, administrator sekolah dan pegawai departemen pendidikan mengatakan perlunya rencana pembelajaran.
Rencana khususnya bermanfaat bagi guru pemula
Guru amatir sebaiknya menghabiskan waktu dan energy untuk membuat rencana pembelajaran. Alasannya (1) pengalaman mengajar masih sedikit  (2) kawatir dan tidak yakin akan kemampuan profesionalnya (3) belum tahu apa yang pelajaran diharapkan dan dilakukan oleh siswa dan (4) dengan meluangkan waktu untuk berpikir dan merencanakan, mengajar akan lebih kreatif dan menyenangkan.
Perencanaan dianggap sangat penting bagi mahasiswa keguruan atau guru pemula bahkan kadang selain perencanaan juga perlu bimbingan dari pengawas atau pembimbing selama mengajar. Buku rencana berguna saat pengawas meninjau guru pemula dan memastikan kelanjutan pembelajaran saat guru ada kegiatan lain (dan  digantikan guru lain) .
Menentukan Apa Yang Akan Diajarkan
Apa yang akan diajarkan sedikit banyak ditentukan oleh perpaduan kebijakan antara negara bagian dan kabupaten tempat kita bekerja. Tetapi guru kadang memiliki cara sendiri.
Negara bagian memiliki tanggung jawab pada pendidikan dan menetapkan standar kemampuan yang harus diketahui dan bisa dilakukan oleh siswa. Standar disusun oleh perwakilan guru. Standar itu dipengaruhi oleh harapan masyarakat, kebutuhan anak dan saran dari para ahli pada bidangnya.
Standar ini memiliki kekuatan karena kebanyakan Negara menetapkan tes kecakapan/keahlian (proficiency) di tiap tingkat.  Hasil tes ini untuk mengidentifikasi siswa yang perlu bantuan  atau tidak naik.
Pada tingkat kabupaten perwakilan guru, administrator pendidikan dan orang orang yang peduli secara periodic melakukan pertemuan komite membahas perkembangan kurikulum. (semacam MGMP di tempat kita). Tujuannya adalah:
1.      Mengembangkan kurikulum yang berkualitas tinggi ditingkat sekolah
2.      Menentukan program program pelajaran ( Bahasa Inggris, Matematika, Ilmu ilmu social dll)
3.      Menentukan bagian (bab/topic) dan isi pembelajaran masing masing mata pelajaran
4.      Mengidentifikasi bahan bahan yang berguna sesuai dengan topic
5.      Memastikan bahwa kurikulum yang disajikan dan diusulkan sesuai dengan standar dan ujian negara bagian
Guru bisa mengajarkan atau tidak mengajarkan semua kurikulum formal.  Bisa menghilangkan dan menambahkan atau member tekanan pada materi tertentu.  Guru adalah penentu akhir apa yang akan diajarkan dan bagaimana mengajarkannya.
Ada dua macam kurikulum yaitu kurikulum formal yang ditetapkan oleh negara bagian dan MGMP dan kurikulum yang diajarkan yaitu kurikulum formal yang diajarkan oleh guru dikelas.
Apabila kurikulum yang diajarkan dikelas dengan cara pemebelajaran bermakna dan autentik maka siswa akan lebih bersemangat belajar dan lebih puas.
Apapun mata pelajaran, bab dan topiknya tujuan instruksional harus dibuat.  Tujuan instruksional menggambarkan apa yang harus diketahui dan bisa dilakukan oleh pebelajar.  Tujuan pembelajaran dibedakan menjadi tujuan umum dan tujuan khusus. Kedua tujuan ini sama sama benar dan punya peran masing masing.  Tujuan umum diungkapkan dengan kata yang lebih terbuka untuk diinterpretasikan , misalnya memiliki kompetensi atau kemauan. Tiga contoh tujuan instruksional umum:
·         Siswa akan mengetahui apa yang dimaksud dengan kata kerja
·         Siswa akan menikmati music
·         Siswa akan bisa berenang
Tujuan instruksional diinspirasi oleh tiga jenis pembelajaran yaitu kognitif, afektif dan psikomotor.
Menurut banyak pendidik, tujuan instruksional yang baik memberitahukan pada pebelajar apa yang diharapkan akan diketahui dan bisa dilakukan secara pasti.  Ada juga  yang tidak sependapat. Karena tujuan instruksional khusus sangat ‘tepat/ detail’ sehingga sulit untuk ditulis, karena terlalu focus kadang mengabaikan pengetahuan yang tidak sesuai dengan tujuan, kadang siswa perlu diberi waktu untuk belajar dengan tujuan yang tidak kita tentukan (tidak kita tuliskan dalam rencana) dan biasanya guru yang berpengalaman tidak menulis tujuan instruksional khusus.
Dalam menentukan tujuan, guru mempertimbangkan hal hal dibawah ini:
·         Apakah tujuan relevan dengan kurikulum?
·         Apak tujuan mengacu pada kemampuan yang harus dikuasai siswa (kognitif, afektif, psikomotor)?
·         Apakah tujuan mengacu pada tingkat pemahaman atau kinerja untuk tiap domain?
·         Apakah tujuan yang ditulus sesuai dengan apa yang ingin dipahami pebelajar? Apakah cukup spesifik?
·         Apakah tujuan kira kira bisa dicapai oleh pebelajar? 
Menyiapkan Perencanaan Pembelajaran
Pada saat guru memutuskan apa yang akan diajarkan dan menyiapkan tujuan instruksional yang baik, guru perlu bertanya pada diri sendiri, seberapa dan jenis pembelajaran apa yang diperlukan siswa.
Sebagai guru,kita secara teratur menyusun perencanaan jangka panjang, menengah dan jangka pendek.  Rencana jangka panjang adalah untuk waktu satu tahun atau satu semester. Sedang rencana jangka menengah adalah untuk tiap topic atau bab. Dan setelah rencana jangka menengah selesai kemudian guru menyusun rencana untuk satu minggu atau rencana harian.
Pada saat membuat rencana jangka panjang, guru memfokuskan perhatiannya pada tujuan, waktu yang ada dan sumber sumber (bahan ajar) yang diperlukan.  Setelah itu kemudian guru membagi kedalam bab bab dan membuat perencanaan untuk masing masing bab. Baru terakhir guru membuat rencana pembelajaran untuk tiap pertemuan (RPP).
Ada banyak format RPP, tetapi intinya mencakup tujuan, sumber sumber, induksi (pembukaan), metodologi, assessment, penutup dan refleksi.
Instrument evaluasi RPP:
1.      RPP sesuai dengan kurikulum
2.      Tujuannya jelas dan terukur
3.      Tujuan mencakup kemampuan kognitif, afektif dan psikomotor
4.      Tujuannya sesuai dengan tingkat kemampuan yang tertinggi yang paling mungkin
5.      Tujuannya sesuai dengan keberagaman latar belakang dan kemampuan pebelajar
6.      Dilengkapi dengan informasi tujuan pelajaran bagi pebelajar
7.      Sumber sumber belajar tersedia, tepat, beraneka ragam dan bervariasi
8.      Sumber sumber teknologinya tepat
9.      Ada ‘set induction’( pembukaan)
10.  Aktivitas pembelajarannya jelas
11.  Aktivitas pembelajaran dipilih sesuai dengan pengetahuan guru tentang pembelajaran
12.  Aktivitas pembelajaran sesuai dengan pebelajar
13.  Aktivitas pembelajaran akan membuat pebelajar mencapai tujuan
14.  Ada rencana untuk memantau saat proses pembelajaran
15.  Ada rencana untuk penilaian pebelajar untuk kesimpulan proses pembelajaran
16.  Ada materi yang menghubungkan pelajaran sebelumnya dan sesudahnya
17.  Pencapaian pelajaran sesuai dengan waktu  yang tersedia
18.  Rencana disusun berdasarkan pengetahuan kita tentang pelajaran yang bagus
19.  Pikirkan kembali bahwa mungkin ada yang tidak benar
20.  Guru yakin bahwa dia akan mengajar sesuai rencana dan pebelajar harus belajar dan puas.
Makalah: mata kuliah landasan pembelajaran
 



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar