Sabtu, 21 April 2012

IDENTIFIKASI KEBUTUHAN PELATIHAN


IDENTIFIKASI KEBUTUHAN PELATIHAN
Langkah pertama dalam menentukan pelatihan apa yang akan diadakan adalah melakukan identifikasi kebutuhan pelatihan. Metode yang digunakan untuk identifikasi kebutuhan pelatihan adalah dengan Metode IKL(Identifikasi Kebutuhan Lapangan) .
Tujuan diadakannya IKL adalah untuk memperoleh data yang akurat tentang suatu daerah dan mengetahui pelatihan apa yang diperlukan oleh masyarakat disuatu daerah.  Untuk Sekolah Pertanian Pembangunan, biasanya IKL dilakukan di desa  desa karena sasaran utama peserta pelatihannya adalah petani dan keluarganya.
IKL dirancang dengan  kuisener kepada calon peserta. Bahasa dalam kuisener dibuat sederhana dan bila diperlukan, surveyor membantu menjelaskan isi pertanyaan pada responden.  Sedangkan untuk data potensi daerah bisa didapat dari instansi yang terkait.
Isi pertanyaan berhubungan dengan materi apa yang diinginkan dan diperlukan oleh petani, pelatihan apa yang pernah ada didaerah tersebut, dan potensi apa saja yang mungkin dikembangkan di daerah tersebut. Ketiga hal itulah yang menjadi pertimbangan dalam menentukan pelatihan apa yang diperlukan.
Dengan mengetahui keinginan dan kebutuhan petani, maka peserta akan antusias terhadap pelatihan.  Peserta akan datang dengan kesadaran dan tidak merasa terpaksa. Dengan mengetahui pelatihan yang pernah diikuti oleh petani atau pernah diadakan di suatu desa, maka tidak akan terjadi pengulangan materi.  Dengan mengetahui potensi daerah, pihak sekolah bisa menawarkan pelatihan yang sesuai dengan potensi daerah tersebut.  Jadi pelatih bisa menjadi inspirator dan pendamping untuk mengembangkan “sesuatu yang baru” bagi daerah tersebut.

KOMPETENSI YANG DIKEMBANGKAN
Kompetensi yang ingin dikembangkan dalam pelatihan ini adalah kemampuan membuat produk olahan daging : bakso, nugget dan ayam goreng tepung. Model pembelajaran yang digunakan adalah model pelatihan (training model)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar