Minggu, 27 Mei 2012

KARAKTERISTIK SISWA

Yang menjadi penentu apa yang akan dipelajari bukan hanya perancang pembelajaran tetapi juga karakteristik pebelajar, bagaimana pembelajaran akan dilakukan dan penggunaan ketrampilan tersebut nantinya (Dick, et al, 2001: 95). Karakteristik pebelajar adalah segi segi latar belakang pengalaman pebelajar yang berpengaruh terhadap efektivitas proses belajarnya ( Seels and Richey, 1994:32). Karakteristik pebelajar merupakan salah satu variable kondisi pembelajaran. Karakteristik bisa berupa bakat, minat, sikap, motivasi belajar, gaya belajar, kemampuan berpikir dan kemampuan awal yang telah dimilikinya                           ( Uno, 2006: 58).
Mengenali tingkah laku masukan dan ciri-ciri siswa merupakan langkah awal yang sangat penting dalam merancang pengajaran bagi suatu populasi sasaran  tertentu ( Munandir , 1987: 112) Informasi yang diperlukan oleh desainer pembelajaran tentang warga belajar yang akan menggunakan rancangannya meliputi (1) pengetahuan awal, (2) pengetahuan tentang materi pelajaran, (3) sikap terhadap isi dan strategi pembelajaran yang akan digunakan, (4) motivasi akademik, (5) tingkat pendidikan dan kemampuan , (5) pilihan atau preferensi terhadap cara belajar tertentu, (6) sikap pada organisasi sekolah, dan (7) karakteristik kelompok (Dick, et al, 2001: 97).  Kegiatan yang dilakukan untuk mengukur pengetahuan awal adalah pre test secara lisan maupun tulis.
Menurut Smaldino et al. (2008:9) pembelajar bisa memaksimalkan penggunaan teknologi dan media apabila pembelajar memahami bagaimana pebelajar belajar.   Anak remaja telah memiliki kemampuan untuk memperbaiki, menganalisa, membandingkan dan memutarbalikkan hubungan yang abstrak          ( Djiwandono, 2004: 98). Mereka juga sudah mampu untuk memberikan alasan yang masuk akal tentang situasi dan kondisi yang tidak dialami.  Remaja dapat menerima pikiran pikiran orang lain demi menjaga ketertiban diskusi.

Siswa yang mengetahui kegunaan pengetahuan dan ketrampilan yang dipelajari akan memiliki motivasi tinggi untuk mencapai tujuan pembelajaran         ( Pribadi, 2009: 21). Selain itu, motivasi intrinsik untuk belajar sesuatu dipertinggi oleh penggunaan materi yang menarik dan juga dengan berbagai cara penyampaian materi pembelajaran (Djiwandono, 2004:360).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar