Sabtu, 21 April 2012

PROSEDUR ANALISA BAHAN KERING




 

Prosedur Analisa Bahan Kering
1.      Mengeringkan cawan dengan oven selama 1 jam
a.       Menghidupkan oven
b.      Mengatur suhu oven
c.       Memasukkan cawan dengan tang penjepit
d.      Menutup oven
e.       Menunggu 1 jam
2.      Mendinginkan cawan dalam eksikator
a.       Menggeser tutup eksikator
b.      Mengeluarkan cawan panas dengan penjepit dari oven
c.       Memasukkan ke eskikator
d.      Menutup eksikator
3.      Menyiapkan sampel
a.       Menggiling sample yang tidak berbentuk bubuk
b.      Mengambil sample secara representative
4.      Menimbang sampel menggunakan timbangan digital
a.       Memposisikan zero
b.      Membuka dan menaruh cawan kering
c.       Menutup timbang an
d.      Membaca hasil penimbangan
e.       Memposisikan zero
f.       Membuka timbangan
g.      Menaruh sample sebanyak 2-5 gram pada cawan
h.      Membuka timbangan
i.        Membaca hasil penimbangan
j.        Mengeluarkan cawan dan isinya
5.      Mengeringkan sampel dengan oven
a.       Memasukkan cawan dan isinya ke dalam oven
b.      Setelah 3 jam, keluarkan cawan berisi sampel kedalam eksikator selama 15 menit
c.       Timbang hasil pengeringan.
d.      Lakukan prosedur 1-5 hingga hasil penimbangan tidak berubah
6.      Menghitung kadar air bahan
a.       Hasil penimbangan sampel sebelum pengeringan dikurangi hasil penimbangan sesudah pengeringan , dibagi hasil penimbangan sebelum dikeringkan dikalikan 100% adalah kadar air bahan
b.      Kadar bahan kering = 100% - Kadar Air

Jumat, 20 April 2012

JENIS TES ACUAN PATOKAN

Tes acuan patokan disusun secara langsung untuk mengukur tingkah laku yang digambarkan dalam tujuan. Ada empat jenis tes acuan patokan :
a.       Tes perilaku awal atau entry behavior test.  Tes ini diberikan sebelum mulai pembelajaran. Tujuannya adalah untuk mengetahui apakah pebelajar telah menguasai ketrampilan yang menjadi prasyarat bagi pembelajaran.
b.      Tes pendahuluan atau pre test, adalah tes acuan patokan yang diperlukan untuk mengetahui profil pebelajar sehubungan dengan analisis pembelajaran. Pre test tidak selalu harus dilakukan.  Pada saat topic yang akan dipelajari merupakan sesuatu yang baru, maka hasilnya pre test kadang tidak bisa menggambarkan kemampuan pebelajar yang sebenarnya. Hal ini karena pebelajar mungkin menebak jawaban tes.
c.       Latihan adalah tes yang bertujuan untuk membuat pebelajar berpartisipasi aktif dalam pembelajaran. Latihan bisa membuat pebelajar mengulang kembali pengetahuan dan ketrampilan baru sekaligus menilai tingkat pemahaman dan ketrampilannya sendiri. Pembelajar menggunakan hasil latihan untuk memberikan umpan balik dan memonitor kecepatan pembelajaran.
Post test adalah tes acuan patokan yang mencakup seluruh tujuan pembelajaran yang mencerminkan hasil belajar yang dilakukan siswa

DARI: Dick, Carey and Carey, The systematic design of instructional 2001

TUJUAN PEMBELAJARAN (SUATU CONTOH)


TUJUAN PEMBELAJARAN




Tujuan Pembelajaran Umum Tujuan Pembelajaran Khusus
Siswa mampu mengevaluasi pakan  1. Menggunakan indra , siswa mampu menentukan tingkat kerusakan bahan pakan secara fisik
secara fisik 2. Menggunakan alat bantu mikroskopis, siswa mampu menentukan tingkat
  kerusakan bahan pakan
Siswa mampu mengevaluasi pakan  1. Menggunakan metode pemanasan, siswa mampu menentukan kadar air
secara kimia bahan pakan
  2. Menggunakan tanur, siswa mampu menentukan kadar abu bahan pakan
  3. Menggunakan soxlet, siswa mampu menentukan kadar lemak bahan pakan
Siswa mampu menjelaskan  1. Siswa mampu menjelaskan faktor faktor yang mempengaruhi daya cerna  
evaluasi pakan secara biologi bahan pakan
Siswa mampu menjelaskan  1. Siswa mampu menjelaskan kriteria evaluasi ekonomi bahan pakan 
evaluasi pakan secara ekonomi 2. Menggunakan perhitungan matematik,  siswa mampu memilih bahan pakan
  yang paling ekonomis





























PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN 2


PENGEMBANGAN INSTRUMENT PENILAIAN






Sub Skill Tujuan Test Item
Menentukan tingkat kerusakan pakan secara fisik 1. Menggunakan indra , siswa mampu menentukan tingkat kerusakan bahan pakan  Diantara bahan dibawah ini, manakah yang bisa diberikan pada ternak?
Menentukan tingkat kerusakan dengan mikroskop 2. Menggunakan alat bantu mikroskopis, siswa mampu menentukan tingkat kerusakan bahan pakan Tentukan jenis kerusakan bahan dengan mikroskop
Menjelaskan daya cerna 1. Dengan kata kata sendiri, siswa mampu menjelaskan faktor faktor yang mempengaruhi daya cerna  bahan pakan  Jelaskan faktor faktor yang mempengaruhi daya cerna bahan pakan
Metode pengukuran dengan cara koleksi total 2. Dengan kata kata sendiri, siswa mampu menjelaskan metode koleksi total  Jelaskan apa yang dimaksud metode koleksi total
Metode pengukuran dengan indikator warna 3. Dengan kata kata sendiri, siswa mampu menjelaskan penggunaan indikator dalam mengukur daya cerna pakan Jelaskan pengunaan indikator pengukuran daya cerna pakan ternak
Kriteria evaluasi ekonomi bahan pakan 1. Siswa mampu menjelaskan kriteria evaluasi ekonomi bahan pakan  Jelaskan kriteria evaluasi ekonomi bahan pakan
Perhitungan matematik untuk evaluasi ekonomi 2. Menggunakan perhitungan matematik,  siswa mampu memilih bahan pakan yang paling ekonomis Pilihlah diantara bahan yang tersedia, yang merupakan sumber protein paling ekonomis

TIPE TES DAN BENTUK SOAL

SPESIFIKASI TES DAN TIPE TINGKAH LAKU YANG DIUKUR








Tipe tingkah laku Tipe tes
Esai Mengisi titik titik Melengkapi Pilihan ganda Memasangkan Benar salah Jawaban bebas menyusun membuat sesuatu
Menyatakan x x x       x
Identifikasi x x x x      
Mendiskusikan x   x        
Mendefinisikan x x x        
Memilih       x x x  
Membedakan       x x x  
Memecahkan x x x x   x x
Mengembangkan x   x       x
mencari x x x x x x x
Menyusun x x x       x
Menggeneralisasi x   x       x








Diagram: spesifikasi tes dan tipe tingkah laku (diadaptasi dari Dick dan Carey, 1990)

PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN 1


PENGEMBANGAN INSTRUMENT PENILAIAN






Sub Skill Tujuan Test Item
Siswa mampu menjelaskan pengertian bahan pakan Dengan kata kata sendiri, siswa mampu menjelaskan pengertian bahan pakan Jelaskan pengertian bahan pakan
Tanpa melihat modul, siswa mampu menyebutkan syarat syarat bahan pakan Sebutkan syarat syarat bahan baku pakan
Siswa mampu menyebutkan penggolongan bahan pakan Tanpa melihat modul, siswa mampu menyebutkan contoh bahan pakan konvensional dan non konvensional Berikan contoh bahan pakan konvensional dan non kovensional
Siswa mampu menyebutkan contoh bahan pakan berdasar golongannya Tanpa melihat modul, siswa mampu menyebutkan dan memberi contoh macam bahan pakan berdasar sumbernya Sebutkan dan beri contoh macam bahan pakan berdasarkan sumbernya
Tanpa melihat modul, siswa mampu menyebutkan dan memberi contoh macam bahan pakan berdasar kandungan nutrisinya Sebutkan dan beri contoh macam bahan pakan berdasarkan kandungan nutrisinya.
Tanpa melihat modul, siswa mampu menyebutkan dan memberi contoh macam bahan pakan berdasar bentuk fisiknya Sebutkan dan beri contoh macam bahan pakan berdasarkan bentuk fisiknya 
Tanpa melihat modul, siswa mampu menyebutkan 8 kelas bahan pakan secara internasional Sebutkan kelas bahan pakan secara internasional

TUGAS KULIAH KAJIAN DESAIN PESAN


KAJIAN DESAIN PESAN
 SAMPUL BAHAN AJAR
Menurut Hartley dalam Design Instructional tex, tipograpi sangat penting untuk membantu pembaca membaca cetakan yang dihasilkan. Perlu diketahui bahwa keterbacaan hasil cetakan memang sangat ditentukan oleh macam, bentuk, ukuran huruf, jenis huruf. Begitu pula panjang baris, spasi diantara baris, jarak huruf, penggunanaan huruf kapital, huruf itali, serta kontras warna antara huruf dan latar belakang sangatlah mempengaruhi keterbacaan teks. Hal lain yang penting tetapi tidak termasuk dalam masalah tipograpi tetapi turut pula berperan dalam pengukuran keterbacaan teks yaitu masalah umur, pendidikan, dan kesehatan mata pembaca.
1.      Penempatan
Judul ditulis center text dengan ukuran huruf 72. Hal ini dimaksudkan untuk memenuhi prinsip keseimbangan.  Ukuran huruf yang cukup besar bertujuan untuk memfokuskan pembacanya. Menurut Gestalt, manusia secara sengaja maupun tidak, memilih dari serangkaian stimulus, mana yang menjadi fokus atau bentuk utama  dan mana yang menjadi latar. Dengan ukuran yang besar dan warna yang jelas, maka tulisan judul bisa menjadi focus pembaca saat melihat buku.
2.      Ukuran Huruf
Ukuran huruf untuk judul dibuat maksimal. Sedangkan untuk nama penulis dan fungsinya dibuat dengan ukuran yang sama yaitu 14. Dengan perbedaan ini diharapkan, focus pembaca ada pada judul bahan ajar.  Menurut teori persepsi stimulus yang salient / menonjol, akan lebih dahulu mempengaruhi persepsi seseorang. Gambar yang besar, warna kontras, atau suara yang kuat dengan pitch tertentu, akan lebih menarik seseorang untuk memperhatikan dan menjadi fokus dari persepsinya.
3.      Jenis Huruf
Karena setiap orang punya preferensi atau pilihan huruf yang berbeda – beda, sampul memakai jenis huruf yang lazim dipakai daripada memakai jenis huruf yang unik dan diluar kebiasaan. Semua huruf yang digunakan bertipe huruf cambria. Jenis huruf ini adalah jenis huruf yang lazim dipakai dan mudah dibaca.
4.      Colour
Warna berfungsi untuk memberikan vibrasi tertentu di dalam suatu desain. Begitu hebatnya kekuatan warna, sehingga bisa memberikan efek psikologis kepada semua orang yang melihatnya.
Warna yang dominan digunakan dalam sampul bahan ajar ini adalah coklat muda dan hijau. Warna coklat merupakan warna tanah dan bumi, melambangkan kepercayaan, kedewasaan dan daya tahan. Warna natural ini membawa kenyamanan bagi yang memandangnya. Namun selain itu, coklat juga memberikan kesan ’sophisticated’ karena dekat dengan warna emas. Bisa di bayangkan kesan ‘mahal’ desain dengan kombinasi warna hitam dan coklat muda.
Hijau adalah warna yang tenang karena biasanya di kaitkan dengan lingkungan dan alam. Di dalam desain penggunaan warna hijau untuk memberikan kesan segar. Disamping itu juga mampu memberi efek menenangkan, menyejukkan, menyeimbangkan emosi.
Sedangkan warna tulisan dibuat hitam agar kontras dengan latarnya. Namun secara psikologi, warna hitam seringkali digunakan untuk menunjukkan kekuatan dan ketegasan disamping juga untuk memberi kesan elegan dan anggun.
5.      Ilustrasi
Warna bisa berguna untuk tujuan pembelajaran atau untuk estetika dan alasan-alasan  motivasional.  Tetapi hasil penelitian menunjukkan ilustrasi berwarna memberi efek yang berbeda tergantung umur, intelegensia dan pendidikan pembaca (Hartley 1985: 87).
Ilustrasi yang ditampilkan masuk kategori ilustrasi deskriptif, yaitu menunjukkan objek seperti yang terlihat.  Tetapi ada tujuan expresif, yaitu makna yang melebihi ilustrasi.  Makna yang memungkinkan persepsi tentang isi pokok buku.
Ilustrasi pertama menggunakan foto rumput gajah yang merupakan rumput makanan ternak yang produksinya paling tinggi dan cukup popular di Indonesia. Rumput adalah makanan utama ternak besar (sapi, kerbau, dll). Penggunaan ilustrasi dibatasi pada satu gambar agar tidak memecahkan perhatian pembaca.
 Ilustrasi tersebut mencerminkan isi dari bahan ajar tersebut. Jadi selain untuk memperindah tampilan sampul, juga untuk mewakili isi buku. Menurut Dwyer dalam AECT, ilustrasi bisa menghubungkan materi dengan tujuan dan akan memudahkan pembelajaran jika relevan dengan item tes.

PUSTAKA

AECT, Instructional Message Design Researh. Diunduh 16 April 2011

Fleming, Malcolm and  W. Howard Levie. 1978. Instructional Message Design. Prinsiples from the behavioral sciences.  Englewood cliff, New Jersey.

Hartley, James. Designing Instructional Text. University of Keele. Kogan Page London dan Nichols, New York.

Kusrianto, A.  2010.  Pengantar Tipografi. Elex Media Komputindo. Jakarta.