Selasa, 18 Februari 2025

Soal Pengelolaan Padang Penggembalaan

 

1.     Sebagian besar tanah-tanah penggembalaan di daerah tropika termasuk dalam kategori padang rumput...

a.     Savana                              c. Stepa semak                  e.Stepa rumput           

b.     Belukar gurun                   d. Campuran

 

2.     Padang rumput yang hampir seluruhnya terdiri dari rumput tanpa leguminosa dan sangat sedikit ditumbuhi semak disebut....

a.     Stepa rumput         c. Stepa semak                        e. Belukar gurun        

b.     Savana                  d. Padang rumput alpin

 

3.     Waktu yang tepat untuk menggembalakan ternak setelah padang rumput diairi adalah...

a.     1-2 hari                             c. 2-4 hari                    e. 1-2 bulan                    

b.     1-2 minggu                       d. 2-4 minggu

 

4.     Padang penggembalaan yang digunakan selama beberapa waktu dan kemudian dibongkar untuk ditanami tanaman pertanian disebut padang penggembalaan...

a.     Kontinyu               c. Temporer                 e. Intensif             

b.     Bergilir                 d. Ekstensif

 

5.     Sedangkan padang penggembalaan yang digembalai untuk jangka waktu lama tanpa pemindahan ternak disebut padang penggembalaan ...

a.     Jalur                      c. Bergilir                    e. Temporer          

b.     Ekstensif               d. Intensif

 

6.     Keuntungan pertanaman campuran legum dan rumput diantaranya adalah......

a.     Menyebabkan kebutuhan unsur hara meningkat

b.     Menaikkan nilai gizi padang rumput

c.     Memungkinkan banyak jenis ternak yang memakan

d.     Mencegah penyakit cacingan

e.     Meningkatkan keanekaragaman ternak

 

7.     Diantara tanaman dibawah ini yang telah dikembangkan dan berhasil baik sebagai tanaman campuran rumput Panicum maximum adalah........

a.     Puerraria phaseoloides                c. Andropogon gayanus

b.     Centrosema pubescens                 d. Stylosanthes gracilis

c.     Trofolium spp

 

8.     Untuk daerah yang kering tanaman Stylosanthes gracilis cocok di tanam dengan rumput...

a.     Andropogon gayanus                    d. Centrosema pubescen

b.     Penissetum purpureum                 e. Trifolium spp

c.     Chloris gayana

 

9.     Salah satu tujuan penggaruan adalah untuk....

a.     Membalik tanah

b.     Menghancurkan bibit penyakit tanaman

c.     Menyebarkan bijian

d.     Menghancurkan vegetasi yang menutup rapat dan jalinan stolon yang kusut

e.     Mematikan rumput

 

10.  Untuk mencegah terbentuknya bunga, maka sebaiknya dilakukan....... pada tanaman padang penggembalaan.

a.     Pemupukan                                   d. Pemuliaan                    

b.     Pemotongan                                  e. Penggembalaan berpantang

c.     Pengawetan

 

11.  Yang merupakan salah satu unsur hara utama bagi tanaman adalah.....

a.     Kobalt       b. Molybdenum          c. Besi             d. Zinc       e. Nitrogen                             

12.   Diantara tanaman dibawah ini yang bisa melakukan fiksasi nitrogen sehingga keperluan pupuk N bisa ditekan adalah....

a.     Pennisetum purpureum                 d. Andropogon gracilis

b.     Cynodon plectostachyus               e. Melinis minutiflora

c.     Centrosema pubescen

 

13.  Unsur hara yang diperlukan untuk reproduksi tanaman adalah.....

a.     Cu             b. Zn                c. N                 d. K                 e. Ca

 

14.  Apabila kita menanam legum maka unsur hara utama yang diperlukan dalam pupuknya adalah.....

a.     Ca              b. N                 c. Zn                d. Cu               e. Al

 

15.  Pupuk kandang cair dan padat mengandung...... dalam jumlah tinggi.

a.     K               b. N                 c. P                  d. H                 e. Ca

 

16.  Apabila padang penggembalaan digembalai saat umur tanaman telah tua maka ....

a.     Daya cerna hijauan tinggi                         d. Nilai gizinya tinggi

b.     Produksinya rendah                                  e. Serat kasar tinggi

c.     Menyebabkan tetani rumput

 

17.  Hijauan muda yang terlalu subur banyak mengandung... yang bisa menyebabkan timbulnya diare dan perut kembung.

a.     Urea          b. NPN c. Fosfor          d. Kalsium      e. Iodium

     

18.  Apabila penggembalaan agak berat maka akibatnya bagi padang penggembalaan adalah...

a.     Defoliasi lebih cepat                                 d. Nilai gizinya meningkat

b.     Lebih tahan injakan                                  e. Kadar serat kasar meningkat

c.     Merangsang pembentukan tunas

 

19.  Efek yang timbul apabila penggembalaan kurang adalah...

a.     Penurunan nilai gizi                                  d. Kadar protein kasar meningkat

b.     Kadar serat kasar menurun                       e. Daya cerna meningkat

c.     Spesies tanaman makin beragam

 

20.  Padang penggembalaan dibagi kedalam petak petak yang digembalai 3-7 hari adalah pada sistem padang penggembalaan...

a.     Penggembalaan berpantang                      d. Penggembalaan jalur

b.     Penggembalaan kontinyu                         e. Penggembalaan anak induk bergilir

c.     Penggembalaan bergilir

 

21.  Tinggi rumput yang memungkinkan sapi memperoleh rumput berkualitas tinggi sebanyak banyaknya adalah...

a.     22,5 – 25 cm                                 d. 40-45 cm

b.     25 – 30 cm                                    e. 45-50 cm

c.     30-35 cm

 

22.  Jika produksi hijauan segar per m2 = 900 gram dan proper use factor = 45%, maka jumlah hijauan yang tersedia...........

a.     450 gram/ m                      c. 450 kg/ha                e. 4050 gram/m

b.     405 gram/m                      d. 405kg/ha    

Soal Uji Kompetensi Pengetahuan Pakan Ternak

 

 

1.     Pada berat badan ternak ruminansia yang sama, manakah pernyataan dibawah ini yang paling tepat:

a.     Semua sapi akan memerlukan pakan yang sama nutrisinya meskipun kondisi fisiologinya berbeda

b.     Semua sapi akan memiliki kemampuan untuk mengkonsumsi bahan kering pakan yang hampir sama

c.     Semua sapi memerlukan hijauan dan konsentrat yang sama nutrisinya

d.     Tergantung pada metode pemeliharaannya apakah intensif atau ekstensif, sapi yang dipeliharan ekstensif akan lebih cepat tumbuhnya

e.     Bisa berbeda beda kebutuhan pakan hariannya bila berasal dari bangsa sapi yang sama

 

2.     Pada saat kemarau, ketersediaan hijauan pada peternakan menurun. Hal hal yang bisa dilakukan oleh pemilik ternak adalah...

a.     Mengganti bahan pakan hijauan dengan bahan pakan dari limbah pertanian untuk menjadi sumber serat/energi bagi ternak

b.     Mengganti semua rumput dengan limbah industri pertanian seperti onggok atau bungkil sawit

c.     Membeli pakan jadi meskipun mahal karena ternak harus tetap mendapatkan pakan

d.     Membeli dedak atau bungkil agar kebutuhan bahan kering ternak tetap tercukupi

e.     Menjual ternak dan membelinya pada saat hijauan tersedia lagi

 

3.     Hari membeli sapi dari seorang peternak. Selama ini kata pemilik sebelumnya sapi tersebut tidak naik berat badannya. Jika dia ingin menaikkan berat badan ternaknya, maka pakan yang diberikan pada ternak tersebut harus memiliki ...

a.     Energi yang lebih besar daripada kebutuhan energinya untuk hidup pokok

b.     Protein yang lebih tinggi dibandingkan ternak bunting

c.     Kalsium yang tinggi dibanding ternak laktasi

d.     Lemak yang lebih rendah dibandingkan dengan sapi kering

e.     Fosfor yang lebih tinggi dibanding dengan pedet baru lahir

 

4.     Berdasarkan pengalaman, Edy memelihara sapi bali dengan pakan hijauan yang bagus adlibitum dan 0,7 kg dedak , terdapat pertambahan berat badan harian sebesar 0,5 kg. Kali ini dia akan memelihara sapi Limosin, dengan pertambahan berat badan yang diharapkan adalah 1,2 kg/hari. Maka langkah yang bisa dilakukan oleh Edy adalah…

a.     Menambah jumlah hijauan yang bagus

b.     Mengurangi porsi hijauan dan menambah porsi konsentrat

c.     Memberikan konsentrat saja agar TDN nya cukup tinggi agar makin banyak nutrisi yang didapatkan ternak

d.     Mengganti hijauan dengan jerami padi yang kering biar makan lebih banyak

e.     Mengganti hijauan dengan tumpi jagung yang nutrisinya lebih bagus dan seratnya cukup

 

5.     Dari buku petunjuk pemberian pakan, Adrian membaca bahwa untuk memenuhi kebutuhan untuk ternak dengan ADG > 1 kg, sapi perlu mendapatkan konsentrat dengan TDN 75%.  Untuk mendapatkan TDN 75% maka adrian mencampurkan bahan :

a.     Dedak dengan TDN 77% dan bungkil sawit dengan TDN 81%

b.     Jagung dengan TDN 80% dan singkong dengan TDN 68%

c.     Jagung dengan TDN 80% dan bungkil sawit dengan TDN 81%

d.     Singkong dengan TDN 68% dan tetes dengan TDN 53%

e.     Tetes dengan TDN 53% dan tumpi dengan TDN 48%

 

6.     Yanto menyusun ransum sapi potong dengan protein 12%, namun setelah dihitung, campuran bahan pakan yang dimiliki hanya 11,5%, maka dia ….

a.     Menambah tetes untuk meningkatkan palatabilitas biar konsumsi konsentrat meningkat

b.     Menambah rumput yang bagus agar cukup protein

c.     Menambahkan urea dengan jumlah yang sesuai agar kebutuhan protein tercapai

d.     Menambahkan tepung darah karena proteinnya tinggi

e.     Membeli konsentrat jadi buatan pabrik agar lebih bagus daripada memproduksi sendiri meskipun dengan resiko bahan yang telah dimiliki terbuang

 

7.     Apabila sapi memiliki berat badan 300 kg dan akan diberikan pakan 70% hijauan dan 30% konsentrat, bahan kering (BK) yang diperlukan 3% dari berat badan, kadar BK rumput 20% dan BK konsentrat adalah 86%, maka pemberian pakannya...

a.     Rumput 9 kg dan konsentrat 0,9 kg

b.     Rumput 30 kg dan konsentrat 9 kg

c.     Rumput 31,5 kg dan konsentrat 3,14 kg

d.     Rumput 27 kg dan konsentrat 6 kg

e.     Rumput 27 kg dan konsentrat 3 kg

 

8.     Apabila Adit akan memelihara 20 ekor sapi untuk digemukkan dengan rata rata beratnya 300 kg, memerlukan hijauan 10% dari berat badannya, maka luasan hijauan yang harus ditanam olehnya adalah.......

a.     Rumput setaria dengan produksi 50 ton/ha/tahun seluas 2 ha

b.     Rumput odot dengan produksi 220 ton/ha/tahun seluas 1 ha

c.     Rumput Brachiaria decumbens dengan produksi 30 ton/ha/tahun seluas 2 ha

d.     Rumput gajah dengan produksi 150 ton/ha/tahun seluas 0,5 ha

e.     Rumput mexico dengan produksi 200 ton/ha/tahun seluas 2 ha

 

9.     Diantara pernyataan tentang pakan dara bunting, manakah yang akan anda terapkan dipeternakan anda?

a.     Pemberian HMT dibatasi jumlah dan kualitasnya agar tidak terjadi kegemukan

b.     Dara bunting tidak diberi konsentrat karena menghemat biaya

c.     Mineral yang diperlukan dara bunting harus minimal karena belum memproduksi susu

d.     Pemberian pakan HMT kualitas baik dan suplementasi konsentrat yang baik, khususnya yang kondisinya buruk

e.     Pemberian obat cacing dalam dosis besar agar nutrisi terserap dengan baik

 

10.  Pada peternakan Sumber Duit, terjadi kasus kehilangan berat badan induk setelah ternak beranak. Kemungkinan yang terjadi sebelumnya adalah…

a.     HMT yang diberikan kurang bagus

b.     Energi pakan kurang

c.     Protein pakan berlebih

d.     Mineral pakan terlalu rendah

e.     Vitamin tidak diberikan sesuai dosis

 

Senin, 10 Februari 2025

Menghitung campuran pakan 2 bahan

 

Soal Penghitungan Pakan dengan TDN tertentu

Eva akan memberi pakan sapi yg TDN nya 65%, bahan yg dimiliki adalah dedak dgn BK 86%, TDN 77% dan rumput odot dengan BK 20% dan TDN 53%.  Apabila sapi milik Eva ada 15 ekor  dan  beratnya 300 kg. Kebutuhan BK sapi = 3% dari BB. Berapakah rumput dan dedak yg digunakan?

Untuk mendapatkan pakan dengan komposisi 65% TDN kita bisa menghitung dengan pearson square

Selisih antara TDN rumput odot dengan TDN pakan yang akan disusun = 12

Selisih antara TDN dedak dengan TDN pakan yang akan disusun = 12

Maka presentase dedak dan rumputnya bisa dihitung:

Rumput odotnya 12/24 X 100% = 50%

Jumlah dedak 100-50% = 50%

Pakan yang akan dibuat, 15 ekor X 300 kg X 3% = 135 kg

Jadi berat rumput odot yang digunakan 50% X 135 kg X 100/20 = 337,5 kg

Sedangkan dedak yang digunakan 50% X 135 X 100/86 = 78,5 kg

Senin, 01 April 2024

PENYUSUNAN RANSUM

 

Penyusunan ransum ternak pada skala industry  saat ini telah dilakukan dengan program program computer sehingga menghasilkan susunan ransum termurah (least cost ration). Namun kompetensi untuk menyusun ransum tetaplah harus dimiliki oleh formulator pakan. Program program computer hanyalah alat bantu hitung bagi penyusun ransum.

Kompetensi untuk menyusun ransum merupakan kemampuan memadukan berbagai bahan pakan yang tersedia dan ekonomis menjadi ransum yang mampu mencukupi kebutuhan nutrisi ternak.

Kebutuhan nutrisi ternak tergantung pada jenis ternak, tujuan pemeliharaan, umur dan produktivitas ternak.

A.    Parameter susunan ransum ternak ruminansia

Parameter  pertama digunakan untuk menyusun ransum ternak ruminansia dihitung dari kebutuhan bahan kering (BK). Jumlah bahan kering menggambarkan kebutuhan ternak akan keinginan makan seekor ternak dan batasan jumlah pakan untuk menjaga fungsi saluran pencernaannya. Pemberian yang kurang menyebabkan ternak merasa ‘masih’ lapar dan pemberian yang berlebih tidak bisa dihabiskan oleh ternak. Ruminansia potong memerlukan dan sanggup mengkonsumsi bahan kering sebanyak 2-3% dari bobot tubuhnya. Penggunaan pakan hijauan atau pakan berserat tinggi lainnya minimal 1% untuk mencegah kembung. Pada induk laktasi, pakan berserat tinggi digunakan minimal 1,5% untuk menjaga kadar lemak susunya. Contoh: seekor sapi potong yang beratnya 300 kg memerlukan minimal 3 kg BK pakan kasar. Apabila diberikan rumput segar dengan BK 20% maka banyaknya rumput yang diberikan untuk mencegah kembung adalah 3 X 100/20 = 15 kg.  Untuk memenuhi kebutuhan BK nya bisa ditambah dengan bahan konsentrat dari biji-bijian atau umbi umbian.

Dari BK yang dikonsumsi akan didapatkan nutrisi yang diperlukan. Nutrisi yang pertama kali perlu diperhitungkan adalah energy.Energi dalam pakan diukur dengan jumlah energy tercerna, total digestible nutrient (TDN), energy metabolism, dan energy netto. Banyak table kebutuhan dan table nutisi pakan mencantumkan nilai TDN karena TDN menggambarkan nutrisi yang bisa dicerna apabila seekor ternak mengkosumsi satu bahan pakan. Pakan kasar memiliki presentase TDN yang rendah sedangkan bijian dan umbi-umbian memiliki presentase TDN yang lebih tinggi. Makin tinggi produktivitas ternak, maka presentase kebutuhan TDN makin tinggi pula. Hal ini berarti makin banyak porsi biji-bijian atau umbi-umbian didalam ransum yang diberikan. Nilai BK dan TDN memadai untuk penghitungan ransum sederhana. Namun untuk penghitungan lebih tepat, energy biasanya dihitung dengan nilai energy metabolisme, dan energy netto.

Setelah BK dan TDN, nutrisi yang perlu diperhitungkan adalah protein . Untuk ruminansia penghitungan protein bisa dilakukan dengan melihat kadar protein kasar atau protein tercerna. Bahan pakan yang mengandung banyak protein berasal dari leguminosa (kacang kacangan). Bahan dari hewani dibatasi penggunaannya pada ruminansia, terutama untuk tepung darah, dan tepung daging telah dilarang penggunaannya karena diduga menyebabkan penyakit sapi gila. Penggunaan tepung ikan dibatasi 250 g ekor/hari.

Mineral juga harus diperhitungkan pada penyusunan ransum ternak. Pemberiannya bisa dicampurkan dalam ransum dan dihitung dalam penyusunan ransum dan bisa juga dipisahkan tersendiri. Mineral yang paling banyak dibutuhkan adalah Kalsium (Ca) dan fosfor (P). Mineral mineral lain diperlukan dalam jumlah yang sedikit. Imbangan mineral merupakan hal yang penting, oleh karena itu membeli campuran multivitamin dan mineral yang dijual dipasar lebih mudah dilakukan daripada menyusun sendiri keperluan mineral dan vitamin.

Vitamin juga diperlukan oleh ternak dalam jumlah kecil. Beberapa literature dari negara sub tropis mencantumkan kebutuhan vitamin A secara khusus. Namun di Indonesia, dimana ternak ruminansia mengkonsumsi hijauan maka biasanya penghitungannya diabaikan karena defisiensi vitamin A jarang ditemukan. 

Kebutuhan ternak akan mineral dipengaruhi oleh beberapa factor yaitu bibit/breed, umur, jenis kelamin, kecepatan pertumbuhan, status fisiologis, level dan bentuk kimia mineral dalam ingesta dan interaksi dengan mineral lain dalam ransum ( Pond, et al. 2005).

B.    Hal hal yang diperlukan dalam penyusunan ransum

Hal hal yang harus diperhatikan dalam penyusunan ransum adalah :

1.     Kebutuhan nutrisi ternak yang akan disusun ransumnya

2.     Komposisi nutrisi bahan bahan  pakan yang tersedia

Persamaan nilai nutrisi diperlukan dalam memadukan keduanya. Apabila dalam tabel kebutuhan  nutrisi yang tertera adalah protein kasar, maka dalam tabel komposisi nutrisi bahan juga tercantum nilai protein kasar. Apabila dalam tabel kebutuhan yang tertera adalah protein tercerna, maka dalam komposisi nutrisi haruslah ada nilai protein tercerna bahan yang akan digunakan. Apabila yang tersedia adalah nilai protein kasar, maka formulator harus mengkonversi nilai protein kasar tersebut menjadi nilai protein tercerna.  

Formulator juga harus memperhatikan bahwa  ruminansia besar menggunakan jenis/bagian hijauan yang relatif kasar, tetapi domba kurang menyukainya, kambing lebih menyukai meramban daun daunan yang tidak disukai domba ( Parakassi, 1999). Jadi hal ini harus dipertimbangkan dalam memilih bahan.

Tujuan pemberian konsentrat pada hewan yang sedang digemukkan antara lain adalah agar ternak bersangkutan dapat cepat terjual, untuk memenuhi permintaan kualitas karkas tertentu, untuk memanfaatkan surplus bijian yang tidak digunakan manusia. Pembiasaan pakan konsentrat pada sapi yang belum pernah mendapat konsentrat sebelumnya bisa dilakukan dengan (1) membiarkan hewan lapar, (2) pemberian flavour yang disukai ternak, (3)pada saat pemberian pakan konsentrat diletakkan  dibawah hijauan atau (4) kadang bisa juga konsentrat dibasahi dengan air atau air garam

Sapi yang mendapat ransum hijauan saja akan memiliki karkas kualitas rendah, daging kurang empuk, perlemakkanya kurang, warna lemak lebih kuning. Sebaliknya sapi yang mendapat ransum konsentrat dagingnya lebih empuk, citarasanya lebih disukai dan lebih palatable.

Ruminansia mampu mengubah nitrogen non protein (NPN) menjadi protein. Sumber NPN yang paling murah adalah urea. Namun penggunaannya harus dibatasi dan disertai bahan yang mengandung karbohidrat mudah terfermentasi. Urea tidak boleh digunakan melebihi 1% dari ransum atau 5% dari bijian ransum (Parakassi, 1999). Larutan tetes yang mengandung 2,5% urea bisa diberikan secara adlibitum.

Hal lain yang juga harus diingat, kadar lemak pakan ruminan yang melebihi 7-8 % akan menyebabkan gangguan pencernaan, terutama penurunan konsumsi yang disebabkan oleh gangguan fungsi mikroorganisme dalam rumen.

Penyusunan ransum sederhana menggunakan metode sederhana tidak memperhitungkan kebutuhan nutrisi selain energy dan protein untuk ternak, oleh karena itu akan lebih baik jika saat membuat campuran ditambahkan mineral dan vitamin (premix) yang banyak beredar dipasaran. Jumlahnya disesuaikan dengan rekomendasi produsen (biasanya 0,1-0,2% dari total konsentrat). Mineral makro seperti Ca, P, Na, Cl, K, Mg dan S bisa ditambahkan dengan pemberian mineral blok yang akan dijilati oleh ternak untuk memenuhi kekurangan mineral dari ransumnya.

 Latihan soal

1.     Yang merupakan contoh bahan pakan sumber energi dan protein yang digunakan untuk penyusun konsentrat ruminansia...

a.     CGM                           c. Jagung                                 e. Sorgum

b.     Jerami                         d. Rumput segar

2.     Diantara hijauan dibawah ini yang merupakan sumber protein dan bukan leguminosa adalah...

a.     Daun singkong            c. Daun waru                           e. Kacang kedelai

b.     Kacang tanah              d. Alfalfa

3.     Yang merupakan pakan yang memiliki TDN tinggi adalah....

a.     Jerami padi                 c. Umbi umbian                      e. Rumput

b.     Sekam                         d. Pelepah sawit

4.     Apabila ketersediaan rumput terbatas, maka peternak bisa mencari pengganti dengan...

a.     Memberikan konsentrat saja

b.     Membuat pakan jadi tinggi energi

c.     Menyusun ransum dengan kadar protein rendah

d.     Mengganti rumput dengan pakan berserat lain

e.     Mengganti dengan dedak padi

5.     Konsumsi pakan hewan ruminansia jika diukur dalam bahan kering besarnya adalah... dari berat badannya.

a.     1%                   b. 2%               c. 3%               d. 9%               e. 10%

6.     Dengan bertambahnya umur, presentase kebutuhan protein pada ransum ternak akan cenderung.....

a.     Meningkat                   c. Berfluktuasi                        e. Tak terukur

b.     Menurun                     d. Tetap

7.     Kandungan lemak pada ransum ruminansia dibatasi 4% karena apabila terlalu tinggi akan berakibat.....

a.     Menyebabkan kegemukan                        d. Menjadi lembab

b.     Mengurangi palatabilitas                          e. Harganya mahal

c.     Tidak bisa diserap

8.     Pertimbangan pemilihan bahan baku dilakukan berdasarkan...

a.     Ketersediaan                                             d. Kandungan nutrisi dan harga

b.     Kandungan nutrisi, dan ketersediaan        e. Kandungan nutrisi, harga dan ketersediaan

c.     Harga dan ketersediaan